Primaya Hospital Group Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 20% di Tahun 2026
Primaya Hospital Group (PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk; IDX: PRAY) mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 16% sepanjang 2025, dengan EBITDA tumbuh 20% dan laba bersih meningkat 9%.
Pertumbuhan ini didukung peningkatan layanan rawat inap dan rawat jalan, pengembangan rumah sakit baru seperti Primaya Hospital Kelapa Gading, RS Ukrida Jakarta, dan RS FMC Bogor, serta penguatan kinerja sejumlah rumah sakit existing di berbagai wilayah Indonesia.
Selain memperluas jaringan rumah sakit, Primaya Hospital terus memperkuat ekosistem layanan kesehatan melalui pengembangan layanan telemedicine LinkSehat, homecare KavaCare, Smart Fertility Clinic, EyeQu Lasik & Eye Center, serta sistem informasi rumah sakit Sismedika. Hingga akhir 2025, Primaya Hospital Group telah mengelola 20 rumah sakit, 11 laboratorium klinik, dan berbagai layanan kesehatan terintegrasi di Indonesia.
“Kami percaya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, terpercaya, dan mudah diakses akan terus berkembang. Karena itu, Primaya Hospital terus memperkuat kapasitas layanan, menghadirkan inovasi medis dan digital, serta membangun ekosistem layanan kesehatan yang semakin terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Leona A. Karnali, CFA, FRM selaku CEO Primaya Hospital Group dalam keterangannya.
Transformasi digital dan penguatan keberlanjutan terus dilakukan. Melalui Primaya Apps, Sasya (AI Chatbot), integrasi sistem dengan berbagai mitra strategis, serta implementasi program ESG seperti efisiensi energi dan pemanfaatan PLTS.
Momentum pertumbuhan berlanjut pada kuartal I 2026, dengan Primaya Hospital mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 27% dan EBITDA 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan rumah sakit baru, peningkatan kinerja sejumlah rumah sakit existing, serta pertumbuhan unit non-rumah sakit seperti Westerindo dan Smart Fertility Clinic.
Ke depan, Primaya Hospital menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15–20% dan EBITDA sebesar 20–25% pada tahun 2026, seiring fokus perusahaan pada ekspansi jaringan rumah sakit, penguatan layanan unggulan, dan transformasi digital. Sebagai bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan, Primaya Hospital juga akan melanjutkan ekspansi melalui pembukaan gedung baru Primaya Hospital PGI Cikini dan Primaya Hospital BSD.