United Tractors Ungkap Penyebab Penurunan Laba Bersih
Kantor Pusat United Tractors/Dok. UT
PT United Tractors Tbk membukukan pendapatan bersih sebesar Rp100,5 triliun sampai kuartal III tahun 2025. Pendapatan tersebut naik sebesar 1% dari Rp99,6 triliun pada periode yang sama di tahun 2024.
Manajemen United Tractors menyebut pendapatan bersih tersebut terutama berasal dari Rp40,2 triliun dari segmen Kontraktor Penambangan, sebesar Rp29,3triliun dari segmen Mesin Konstruksi, sebesar Rp18,8 triliun dari segmen Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi, dan sebesar Rp10,3 triliun dari segmen Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya.
Laba bersih Perseroan turun 26% menjadi Rp11,5 triliun, Manajemen menyampaikan penurunan laba bersih disebabkan oleh penurunan kontribusi dari segmen Kontraktor Penambangan yang terkendala curah hujan tinggi dan segmen Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi akibat harga jual batu bara yang lebih rendah. Namun demikian, terdapat peningkatan kontribusi terutama dari Pertambangan Emas.
Perseroan menjelaskan bahwa Segmen usaha Mesin Konstruksi mencatat peningkatan penjualan alat berat Komatsu sebesar 10% menjadi 3.653 unit yang didorong oleh peningkatan penjualan di semua sektor. Komatsu tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat. Berdasarkan riset pasar internal, pangsa pasar Komatsu adalah 22%. Penjualan Scania naik dari dari 298 unit menjadi 393 unit dan penjualan UD Trucks turun dari 156 unit menjadi 137 unit. Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat turun sedikit menjadi Rp8,3 triliun. Total pendapatan bersih dari Mesin Konstruksi meningkat 11% menjadi Rp29,3 triliun.
Adapun pada segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). Sampai dengan kuartal III tahun 2025, PAMA Grup mencatatkan volume pekerjaan pemindahan tanah yang lebih rendah sebesar 10% menjadi 829 juta bcm dan volume produksi batu bara untuk para kliennya turun 2% menjadi 109 juta ton, dengan rata-rata stripping ratio sebesar 7,6x. Pemindahan tanah dan produksi batu bara klien yang lebih rendah disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi hampir sepanjang tahun dan permintaan beberapa klien untuk melakukan penyesuaian terhadap target produksi overburden removal.
Pada segmen usaha Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi yang dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources) mencatat tambang batu bara Turangga Resources mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 9,2 juta ton (termasuk 2,8 juta ton batu bara metalurgi) hingga kuartal III-2025, naik 15% dari periode yang sama tahun 2024. Total volume penjualan batu bara termasuk batu bara pihak ketiga mencapai 11,2 juta ton, 10% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan segmen usaha Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi turun sebesar 9% menjadi Rp18,8 triliun, dikarenakan penurunan rata-rata harga jual batu bara.
Pada segmen usaha Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 53% menjadi Rp10,3 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan dan harga rata-rata emas.
Demikian halnya pada usaha pertambangan emas Perseroan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR), yang mencatatkan total penjualan setara emas sebesar 178 ribu ons sampai dengan triwulan ketiga tahun 2025, 8% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu. PTAR mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Martabe mencatatkan penjualan setara emas sebesar 170 ribu ons atau naik 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. SJR mengoperasikan tambang emas di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. SJR mencatatkan 8 ribu ons penjualan setara emas.
Pada bisnis nikel, Perseroan melalui PT Stargate Pasific Resources (SPR) mengoperasikan tambang nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. SPR mencatatkan penjualan bijih nikel sebesar 1,6 juta wet metric ton (wmt) sampai kuartal III- 2025, yang terdiri dari 0,5 juta wmt saprolit dan 1,1 juta wmt limonit.