Bank Jatim Resmi Jadi Pemegang Saham Bank Banten

0
294

Kantor cabang Bank Jatim

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi menjadi pemegang saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten). Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) antara kedua bank pembangunan daerah tersebut.

Pembelian saham dilakukan oleh Bank Jatim pada 5 November 2025 melalui transaksi di pasar sekunder (regular market). Dalam transaksi tersebut, Bank Jatim membeli saham Bank Banten (BEKS) pada harga Rp27 per saham, dengan total sebanyak 275.119 lot atau 27.511.900 lembar saham. Nilai keseluruhan transaksi mencapai Rp742.821.300.

Corporate Secretary Bank Jatim, Fenty Rischana K. dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia menyampaikan dengan terlaksananya transaksi ini, maka Bank Jatim resmi menjadi pemegang saham Bank Banten.

Sebelumnya, pada akhir 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah merestui KUB Bank Jatim dan Bank NTB Syariah. Sementara, persetujuan pembentukan KUB dengan empat BPD lainnya, yakni Bank Lampung, Bank NTT, Bank Sultra, dan Bank Banten, diproses pada 2025 ini.

Baca Juga :   Setelah BPD NTB, Bank Jatim Rangkul 2 BPD Lagi dalam KUB

Skema KUB merupakan kebijakan konsolidasi BPD yang digulirkan OJK. Berdasarkan POJK Nomor 12/POJK.03/2020, bank milik pemerintah daerah atau BPD wajib memenuhi modal inti minimum Rp3 triliun paling lambat 31 Desember 2024.

Untuk BPD yang tidak memiliki kemampuan finansial memadai, pemenuhan ketentuan modal inti minimum itu dapat dilakukan melalui skema KUB dengan cara ‘nebeng’ dengan BPD yang sudah memenuhi modal inti minimum Rp3 triliun itu. Bila skema KUB ini yang dipilih, maka bank peserta KUB cukup memiliki modal inti minimal Rp1 triliun.

Dalam skema KUB, bank dengan modal inti besar bertindak sebagai anchor bank yang menaungi bank-bank lain dalam satu kelompok usaha. Model ini memberi fleksibilitas karena masing-masing bank tetap berdiri sebagai entitas hukum terpisah, namun mendapatkan dukungan permodalan, teknologi, tata kelola, hingga pengembangan bisnis dari bank induk.

Leave a reply

Iconomics