PGE Bersama Asosiasi Data Center dan UI Jalin Pengembangan Green Data Center

0
65

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menjalin kolaborasi dengan Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Kesepakatan para pihak ini akan menjadi fondasi teknis dan komersial bagi peta jalan pengembangan infrastruktur green data center, yang selanjutnya jadi dasar untuk masuk ke tahap implementasi.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi menegaskan terobosan ini merupakan langkah strategis untuk membuka peluang baru industri digital beremisi rendah di Indonesia.

“Berdasarkan proyeksi pertumbuhan konsumsi kelistrikan di industri, hampir 26% didorong oleh pertumbuhan data center. Kapasitas data center nasional diproyeksikan naik dari 520 megawatt (MW) pada 2025 menjadi 1,8 gigawatt (GW) pada 2030. Hal ini membuka peluang bagi PGE untuk terlibat lebih jauh dalam sektor digital rendah karbon. PGE ingin menjadi bagian dari perjalanan ini, memastikan bahwa pertumbuhan digital Indonesia dibangun dengan bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Edwil dalam keterangannya.

Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), Hendra Suryakusuma menegaskan bahwa data center memegang peranan vital sebagai infrastruktur digital utama dalam mendukung transformasi digital nasional.

Baca Juga :   PGEO Gelar RUPST, Agenda Bahas Penggunaan Laba hingga Perubahan Pengurus

“Transformasi digital Indonesia memerlukan fondasi infrastruktur yang tidak hanya andal dan mampu berkembang, tetapi juga selaras dengan komitmen nasional terhadap transisi energi yang lebih berkelanjutan,” kata Hendra.

Hendra mengatakan pemanfaatan energi panas bumi untuk data center adalah langkah strategis yang menjawab dua tantangan utama sekaligus ketersediaan energi jangka panjang dan penurunan emisi karbon secara sistemik. Inisiatif ini menjadi preseden baik yang penting bagi arah kebijakan pertumbuhan ekonomi ke depan, di mana keberlanjutan bukan lagi opsi, tetapi sebuah keniscayaan. Hendra mengatakan IDPRO percaya bahwa kemitraan lintas sektor seperti ini akan mempercepat terbentuknya ekosistem digital yang berdaya saing global.

Sejalan dengan itu, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, Administrasi Umum Fakultas Teknik Universitas Indonesia Dr. Ing. Ir. Dalhar Susanto mengatakan Fakultas Teknik Universitas Indonesia melihat inisiatif ini sebagai momentum penting untuk memperkuat riset terapan dan hilirisasi teknologi di bidang energi dan infrastruktur digital. Integrasi pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi listrik hijau bagi pengembangan data center membuka peluang besar bagi lahirnya solusi inovatif yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga relevan bagi kebutuhan industri masa depan.

Baca Juga :   PT DCI Indonesia Tbk Raih Pendapatan Rp458 Miliar pada Semester 1 2022, Naik 22%

Pengembangan data center berbasis panas bumi merupakan langkah strategis untuk menghadirkan infrastruktur digital yang efisien, andal, dan beremisi rendah, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital global.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics