Danantara Akuisisi Hotel dan Real Estate di Makkah

0
55

Danantara Indonesia akuisisi aset di Makkah. Danantara yang diwakili Danantara Investment Management (DIM) melakukan kesepakatan dengan Thakher Development Company.

Kesepakatan yang dilakukan mencakup akuisisi aset perhotelan dan real estate yang berlokasi di dalam kawasan Thakher City.

CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani menjelaskan perjanjian ini menjadi fondasi awal bagi keterlibatan jangka panjang di sektor perhotelan Kerajaan Arab Saudi. Berdasarkan perjanjian ini, akuisisi dilakukan terhadap Novotel Makkah Thakher City, sebuah hotel yang beroperasi dengan 1.461 kamar, serta empat belas bidang tanah seluas total sekitar 4,4 hektare yang dialokasikan untuk pengembangan di masa depan.

“Penandatanganan ini merupakan langkah awal yang penting dalam mengamankan aset-aset strategis yang dapat mendukung upaya Indonesia dalam meningkatkan layanan bagi para jemaah Indonesia,” kata Rosan dalam keterangannya.

Rosan menyatakan transaksi ini mencerminkan langkah awal Danantara Indonesia yang terukur dalam memasuki sektor hospitality di Makkah. Usaha ini, lanjutnya, menjadi bagian dari strategi jangka panjang dan bertahap untuk mendukung upaya peningkatan layanan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.

Baca Juga :   Sampoerna Investasi Rp500 Miliar di Patriot Bond Danantara

“Setiap tahunnya, jumlah jemaah umrah Indonesia tercatat mencapai lebih dari dua juta orang, sementara jumlah jemaah haji Indonesia secara konsisten berada di atas dua ratus ribu jemaah. Jadi ini langkah awal yang baik,” kata Rosan.

Secara umum perjanjian yang disepakati membuat investasi Danantara ini terkait dengan aset- aset mencakup satu hotel yang telah beroperasi. Selanjutnya, terdapat rangkaian aset pengembangan berorientasi hospitality dengan potensi kapasitas hingga sekitar 5.000 kamar hotel, yang seluruhnya tetap bergantung pada studi lanjutan serta persetujuan regulator yang berlaku.

Bidang-bidang tanah tersebut direncanakan untuk dikembangkan dalam suatu master plan terpadu yang mencakup fasilitas perhotelan, ritel, dan sarana pendukung lainnya, selaras dengan kerangka pengembangan urban di Kota Makkah.

Rosan menyatakan bahwa perjanjian ini membentuk fondasi awal bagi keterlibatan jangka panjang di sektor perhotelan Kerajaan Arab Saudi. “Meskipun kepemilikan atas aset-aset yang diidentifikasi telah diformalkan melalui perjanjian ini, pengembangan berikutnya akan dilaksanakan secara bertahap, berdasarkan kajian kelayakan yang komprehensif, pertimbangan regulasi, serta standar tata kelola yang prudent,ˮ ujarnya.

Baca Juga :   Angkasa Pura I Siapkan 6 Bandara untuk Embarkasi dan Debarkasi Jemaah Haji

Dalam transaksi ini, Danantara didukung oleh Al Khomasiah Real Estate Development sebagai mitra pengembangan lokal strategis. Mitra ini memiliki keahlian pasar serta pengalaman pengembangan di Makkah. “Kemitraan ini ditujukan untuk memastikan keselarasan dengan regulasi yang berlaku, praktik pengembangan, serta pertimbangan perencanaan jangka panjang di Kerajaan,” kata Rosan.

Rosan juga mengatakan kajian awal menunjukkan bahwa dengan tetap bergantung pada studi teknis yang komprehensif serta pemenuhan seluruh proses regulasi yang berlaku, pengembangan aset-aset yang diakuisisi ini berpotensi mendukung penyediaan akomodasi dan layanan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.

“Perjanjian ini menjadi langkah awal dalam strategi pengembangan jangka panjang dan menyediakan kerangka kerja yang terstruktur untuk tahapan selanjutnya, termasuk pengembangan, konstruksi, operasional perhotelan, serta layanan pendukung lainnya. Seluruh tahapan pengembangan tersebut akan dilaksanakan melalui koordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi dan Indonesia, sejalan dengan proses perizinan dan tata kelola yang berlaku,” papar Rosan.

Leave a reply

Iconomics