Pasca Gandeng EFG Netherlands, PPI Bakal Gali Potensi Lainnya di Belanda
Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati/Dok. PPI
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI telah menandatangani nota kesepahaman kerja sama imbal dagang dengan ESRO Food Group (EFG) Netherlands. Penandatanganan yang berlangsung di sela gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) Digital Edition, pada Jumat (22/10/2021) ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan kontrak kerja sama terkait nilai transaksi dan teknis pelaksanaan imbal dagang.
“Hal ini tidak hanya meningkatkan hubungan dan kerja sama perdagangan bilateral ke langkah selanjutnya, tetapi juga berkontribusi mendorong perdagangan di rantai nilai global dan membantu memulihkan ekonomi dunia di tengah pandemi Covid-19,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi dalam siaran pers tertulis.
Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait peningkatan dan percepatan dalam kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengembangkan pasar produk nasional Indonesia, potensi pasar ekspor harus mendapatkan perhatian yang serius. Penyelesaian perundingan dengan negara-negara potensial mesti dipercepat. Ini adalah agenda prioritas karena menurut Presiden, di masa-masa seperti ini Indonesia membutuhkan pasar ekspor baru.
“Kami sangat berharap hal ini menjadi salah satu momentum yang baik sebagai akselerasi program ekspor PPI dan juga target ekspor nasional, dengan terus upaya membuka pasar Indonesia di negara-negara tujuan ekspor nontradisional sebagai upaya dalam pemulihan ekonomi dengan adanya pandemi Covid-19,” kata Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati.
Sebelumnya, EFG menyampaikan ketertarikannya untuk melakukan imbal dagang produk daging dan turunannya dengan dengan produk perikanan Indonesia. Beberapa produk daging dari EFG yang rencananya akan didatangkan ke Indonesia, yaitu HS 05040000, HS 02062990, HS 02022090, HS 02021000, HS 02022030, dan HS 02022090.
Halaman Berikutnya