Pasca Gandeng EFG Netherlands, PPI Bakal Gali Potensi Lainnya di Belanda

0
687

Sementara Duta Besar RI untuk Belanda Mayerfas menyampaikan Kedutaan Besar di Den Haag menyambut baik upaya peningkatan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Belanda melalui skema imbal dagang B2B. Upaya ini dapat berkontribusi mendorong kembali hubungan dagang kedua negara yang terdampak pandemi Covid-19.

“KBRI Den Haag sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Kemendag yang bekerja sama dengan pemangku kepentingan dan mendukung penuh penandatanganan MoU sebagai komitmen awal untuk imbal dagang,” kata Mayerfas.

Menurut Mayerfes, Belanda merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di Eropa yang dapat berfungsi sebagai hub di pasar Eropa. Negara ini menempati urutan teratas sebagai tujuan ekspor terbesar produk Indonesia di seluruh benua dengan total US$3,6 miliar pada 2020.

“Saat ini, sebagian besar produk ekspor utama Indonesia ke Belanda mencakup minyak sawit dan fraksinya, tekstil, alas kaki, furnitur, rempah-rempah dan perikanan. Sebaliknya, produk Belanda ke Indonesia mulai dari senjata militer, limbah kertas atau karton, serta produk susu dan olahan makanan lainnya,” kata Mayerfas.

Baca Juga :   Laba Timah Sebesar Rp601 Miliar di Kuartal I-2022

Sebelumnya, Kemendag telah memfasilitasi PPI melakukan penandatanganan kerja sama serupa, yakni dengan Meksiko pada 2 Juli, Rusia pada 4 Agustus, dan Jerman pada 12 Agustus.

Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, beberapa waktu yang lalu melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda, Tom de Bruijn, di sela pertemuan para Menteri Bidang Perdagangan dan Investasi G-20 di Sorrento, Italia. PPI berharap salah satunya dengan rencana kerja sama dengan Esro dapat membuka potensi transaksi antara RI dengan Belanda.

Menurut data Kementerian Perdagangan, produk-produk yang banyak diminati Belanda dan negara Eropa lainnya dari Indonesia di antaranya rotan dan berbagai bumbu dan rempah-rempah.

Data Kedubes RI untuk Belanda, tercatat pada tahun 2020 ekspor Indonesia ke Uni Eropa sebesar US$14,3 miliar dengan negara tujuan utama Belanda, Jerman, Italia, Spanyol, dan Belgia. Kinerja ekspor ke Belanda pada masa pandemi ini tidak mengalami penurunan bahkan beberapa produk justru meningkat seperti rempah, lada, home decor, rotan, kayu, pakaian jadi, dan alas kaki.

Baca Juga :   4 Surat dari Benny Tjokro, 2 Isinya Sebut Dakwaan Jiwasraya Rekayasa

Dalam akselerasi program ekspor, PPI siap memberikan upaya terbaik dengan ditunjang oleh 32 cabang, 22 Divisi Regional, dan 6 Representative Office di dunia.

“PPI melakukan intergrasi yang menyesuaikan strategic direction dengan para pemegang saham, dalam hal ini melalui akses dukungan Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN. Kami menjadikan pengembangan pasar ekspor ini sebagai strategic inisiatif PPI di holding pangan,” kata Nina.

Sebagai informasi, dalam penandatangan MoU dengan EFG, hadir juga secara virtual oleh Duta Besar RI untuk Belanda Mayerfas dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi, Plt. Dirjen Daglu Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana; Dirfas Eksim Kemendag Marthin; Atdag KBRI di Den Haag Sabbat Christian Jannes Sirait; Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas; perwakilan dari BNI & Askrindo, beserta para Direksi PPI; Vice President PPI; dan Branch Manager PPI.

Halaman Berikutnya
1 2

Leave a reply

Iconomics