Olimpiade Tokyo 2020: Optimisme di Tengah Tekanan Pandemi

1
1194

Olimpiade Tokyo 2020 menjadi salah satu momen penting yang dicatat sejarah karena selenggarakan di tengah situasi pandemic Covid-19. Restriksi Covid-19 membuat penyelenggaraan Olimpiade ini, baik dari pertandingan maupun upacara pembukaan dan penutupan diselenggarakan secara tertutup.

Momen prestisius yang awalnya akan dijadikan momentum kebangkitan ekonomi Jepang menjadi sirna karena masih terhalang efek pandemi. Walau pun pada awalnya sempat ditentang masyarakat Jepang karena kekhawatiran meningkatnya kasus Covid-19. Namun, pada akhirnya atas komitmen pemerintah, Olimpiade diputuskan untuk tetap diselengarakan. Atas prediksi IMF, penyelenggaraan Olimpiade ini di tengah pandemi tanpa dihadiri penonton hanya berefek minor pada perekonomian Jepang. IMF juga telah mengkalkulasi dan menyimpulkan bahwa keputusan ini juga tidak berpengaruh pada pemulihan ekonomi Jepang.

Hopes lights our way. Nampaknya slogan Olimpiade ini tidak hanya berlaku sebagai semangat berkompetisi. Namun juga sebagai refleksi harapan masyarakat dunia di tengah pandemi ini, termasuk aspek ekonomi. Menurut laporan IMF, dari periode ke periode penyelengaraan Olimpiade membutuhkan biaya yang selalu meningkat. Begitupun yang terjadi pada Olimpiade Tokyo 2020. Anggaran yang awalnya ditetapkan US$7,3 milliar menjadi US$15,4 milliar dan bahkan dalam perkiraan tidak resmi dapat menyentuh angka US$25 miliar. Mulai dari biaya rekonstruksi lapangan, upacara pembukaan dan penutupan, ditambah biaya tindakan pencegahan Covid-19. Pemasukan pun berkurang dengan larangan pengunjung asing dan penjualan tiket. Dalam situasi ini sangat dibutuhkan respons kebijakan yang antisipatif namun fleksibel. Antisipatif dalam menekan aktivitas ekonomi di kala kasus sedang meningkat dan fleksibel dalam menangkap potensi peluang yang ada.

Baca Juga :   Jepang Masih Upayakan Nego dengan AS soal Tarif Barang

Optimisme, inovasi dan disiplin

Terdapat hikmah multiplier effect yang dapat dipetik dari penyelenggarakan Olimpiade di tengah pandemi ini. Pertama, optimisme pemerintah bahwa ekonomi akan berjalan stabil tanpa bergantung pada pemasukan dari Olimpiade. Jepang memiliki sumber pendapatan domestik yang beragam dan dinamis. Tentunya hal ini menjadi sinyalemen positif bagi masyarakat bahwa aktivitas ekonomi masih dapat terus berjalan di tengah restriksi. Disamping itu kebijakan yang diambil Jepang seperti stimulus fiskal dan pelonggaran moneter dinilai cukup baik dalam merespon krisis (IMF, 2021).

Kedua, situasi pandemi memicu inovasi pada segala aspek. Khususnya pada penyelenggaraan Olimpiade ini memiliki berbagai inovasi kreatif. Pemanfaatan produk daur ulang menjadi salah satu khas dari Olimpiade ini. Seperti tempat tidur cardboard, medali daur ulang, podium plastik daur ulang, arsitektur daur ulang dan sebagainya. Hal ini mencerminkan gambaran umum situasi pandemi bukan halangan berkreativitas dan tetap peduli lingkungan.

Ketiga, komitmen dan disiplin tinggi semua pihak. Dukungan pemerintah dan semua pihak merupakan faktor pendukung yang vital. Tercermin dari keputusan restriksi yang konsisten. Serta kedisiplinan masyarakat dalam menjalani protokol kesehatan dan menghindari selebrasi yang berlebihan menjadi pendukung berlangsungnya acara ini secara tertib.

Baca Juga :   Diplomasi Kopi: KAPPI Boyong Sembilan Origin Nusantara ke Panggung FOODEX Japan 2026

 

Daftar Referensi

 

  1. https://www.imf.org/external/pubs/ft/fandd/2021/07/rescuing-the-tokyo-olympics-baade-matheson.htm
  2. https://www.insidethegames.biz/articles/1106084/imf-tokyo-2020-overseas-fan-ban-tokyo
  3. https://internasional.kontan.co.id/news/bos-imf-pastikan-olimpiade-tokyo-tidak-akan-merugikan-ekonomi-jepang
  4. https://inet.detik.com/cyberlife/d-5656595/6-inovasi-teknologi-keren-di-olimpiade-tokyo/1

 

Annisa Ika Rahmawati

Penulis adalah pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Mahasiswi Graduated School of Public Policy, University of Tokyo, Japan.

Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics