UMKM Hadapi Masalah Pembiayaan, CBI Luncurkan Andalan UMKM
PT Credit Bureau Indonesia (CBI) resmi mengumumkan peluncuran Andalan UMKM/Dok. CBI
PT Credit Bureau Indonesia (CBI) meluncurkan Andalan UMKM, sebuah portal khusus usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan pembiayaan.
“Selama lima tahun terakhir, CBI telah membangun infrastruktur data yang menghubungkan UMKM ke pembiayaan formal. Namun, data saja tidak cukup, pemilik bisnis harus memahami data tersebut. Masalahnya hampir selalu soal persiapan, bukan potensi. Portal ini memberikan lensa bagi usaha kecil ke dalam sistem kredit dengan bahasa yang mudah dipahami,” kata Direktur Utama Credit Bureau Indonesia, Anton Adiwibowo dalam keterangannya.
Asisten Pengembangan Kapasitas Usaha Kecil, Kementerian UMKM, Rhenaldy Purnomo mengatakan UMKM Indonesia menghadapi tantangan besar dalam akses pembiayaan. Berdasarkan data OJK, sebanyak 69,5% UMKM belum mampu mengakses kredit perbankan, antara lain karena keterbatasan agunan, histori kredit, serta dokumentasi usaha yang belum memadai.
“Oleh karena itu, penguatan profil usaha, pencatatan keuangan, dan kredibilitas menjadi kunci. Kehadiran Andalan UMKM menjadi langkah strategis untuk membantu pelaku usaha membangun kesiapan finansial dan meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan,” kata Rhenaldy.
Peluncuran Andalan UMKM adalah kolaborasi berkelanjutan CBI dengan Kementerian UMKM menyusul kemitraan formal yang ditandatangani pada Juni 2025. Perjanjian tersebut menetapkan CBI SME Bureau sebagai platform nasional untuk mengekspos kredibilitas bisnis UMKM dan memperluas jangkauan ekosistem pembiayaan formal.
Andalan UMKM akan memberikan dukungan kepada pelaku UMKM untuk memahami profil bisnis mereka dari perspektif lembaga keuangan dengan bahasa yang sederhana.
Portal ini memberikan empat kapabilitas inti. Pertama, daftar periksa kesiapan dokumen. Membantu pengusaha UMKM memeriksa dan menyiapkan dokumen yang diperlukan lembaga keuangan secara benar, termasuk NIB, NPWP, akta pendirian usaha, rekening koran, laporan laba rugi, dan dokumen lainnya. Kedua, asesmen profil mandiri. Untuk pertama kalinya, pengusaha UMKM dapat melihat profil usaha mereka sendiri, identitas bisnis, status entitas, kesiapan kelengkapan dokumen, dan indikatif peringkat usaha tanpa harus ke lembaga keuangan terlebih dahulu.
Ketiga, rencana perbaikan. Platform ini mengidentifikasi kekurangan data dan faktor lain yang berpotensi menurunkan peringkat kredit, serta memberikan rencana terstruktur untuk memperbaikinya. Keempat, kepercayaan lembaga keuangan. Ketika UMKM datang dengan profil yang telah terverifikasi oleh CBI, tahap KYC (Know Your Customer), KYB (Know Your Business), dan verifikasi dokumen telah dilakukan lebih awal, sehingga meningkatkan peluang persetujuan pinjaman secara signifikan.