Dukungan Inovasi dan Layanan Tanda Tangan Elektronik untuk Ekosistem Ekonomi Digital
CEO PT Indonesia Digital Identity (VIDA) Sati Rasuanto/Dok. Aftech
“Low touch economy menjadi konsep sekaligus terobosan baru bagi dunia bisnis yang mengarah pada ‘minim sentuhan’ atau ‘bebas sentuhan’ dalam berinteraksi dan bertransaksi. Tanda tangan elektronik yang aman merupakan metode yang paling efektif dan mudah diimplementasikan untuk memberikan akuntabilitas pada transaksi elektronik. Penggunaannya sebagai wujud perwakilan identitas tersertifikasi secara digital yang sah dan validitasnya terjamin baik untuk individu maupun perusahaan,” kata CEO PT Indonesia Digital Identity (VIDA) Sati Rasuanto.
Sati menjelaskan VIDA berkomitmen mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi digital melalui kemitraan dengan pemerintah maupun pelaku industri lainnya. Hal ini merupakan bagian dari penguatan dan transformasi digital termasuk di sektor UMKM, serta sejalan dalam mewujudkan ekosistem identitas secara digital di Indonesia yang semakin terintegrasi. VIDA telah tersertifikasi ISO 27001 dan terdaftar sebagai penyelenggara sertifikat elektronik (PSrE) di Kementerian Kominfo. Sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang terdaftar dalam Adobe Approved Trust List (AATL), VIDA mendapatkan sertifikasi Webtrust (sertifikasi keamanan internet yang diakui secara global). Verifikasi identitas VIDA salah satu yang terbaik di dunia yang masuk dalam rangking teratas di National Institute of Standards and Technology (NIST)
Managing Director Adobe Southeast Asia, Simon Dale mengatakan Adobe Approved Trust List (AATL) adalah program yang memungkinkan jutaan pengguna di seluruh dunia untuk membuat tanda tangan elektronik yang terpercaya setiap kali dokumen yang ditandatangani dibuka pada perangkat lunak Adobe Acrobat atau Reader. Ia mengatakan kemitraannya dengan VIDA memberikan kenyamanan dan jaminan yang lebih besar bagi perusahaan di Indonesia saat menerapkan tanda tangan elektronik untuk meningkatkan pengalaman digital mereka.
“Pada tahun lalu, Adobe memproses lebih dari 8 miliar transaksi tanda tangan elektronik dan digital melalui Adobe Document Cloud. Hal ini memperlihatkan meningkatnya kebutuhan akan interaksi nirkertas dalam ekonomi digital, begitu pula permintaan akan keamanan, keaslian, dan integritas dokumen,” kata Simon.
Di era transformasi digital, penggunaan tanda tangan elektronik adalah solusi untuk adopsi proses digitalisasi bisnis. Pemanfaatan 100% digitalisasi dapat membantu dalam peningkatan keuntungan dan kepuasan pelanggan. efisiensi, otomatisasi dan integrasi dengan sistem berjalan dinilai mampu mengurangi keterlambatan dan menghilangkan proses manual guna mempercepat akselerasi bisnis dalam mendapatkan persetujuan (Approval), Tanda Tangan Elektronik dapat bekerja di perangkat apa saja dan dimana saja.
“Teknologi Tanda Tangan Elektronik Adobe merupakan teknologi yang memiliki banyak keunggulan dari segi keamanan dan kecepatan dalam bertransaksi, sehingga penggunaannya tidak terbatas pada jenis industri, pemerintahan hingga bisnis kecil dan menengah, seperti perbankan menggunakan tanda tangan elektronik sebagai salah satu cara peningkatan mutu layanan,” kata Direktur Techpac Indo Informatika, Thomas Lo.
Adopsi teknologi digital yang kuat juga harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital dan landasan hukum yang baik. Tanda tangan elektronik merupakan enkripsi dari konten digital dan sertifikat digital untuk menjamin identitas, integritas, nirsangkal dokumen digital dan transaksi elektronik, dianggap tepat untuk menjadi salah satu identitas secara digital di Internet.
Sekretaris Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Satriyo Wibowo berkata, ”untuk sertifikat elektronik, kita telah memiliki tata kelola sertifikat elektronik berbasis infrastruktur kunci publik (public key infrastructure) yang mengatur RootCA dan industri PSrE/CA (Penyelenggara Sertifikat Elektronik/Certificate Authority) yang menjadi dasar identitas digital yang berlaku di Indonesia. Meskipun begitu, kita masih harus imbangi dengan UU yang melindungi perlindungan data pribadi dan keamanan siber sehingga keamanan negara dan masyarakat di dunia siber dapat lebih terjamin.”
Inovasi dan teknologi yang ditawarkan oleh penyelenggara tanda tangan elektronik tersertifikasi di Indonesia, termasuk VIDA, diharapkan dapat mendukung transformasi digital, terutama dari sisi keamanan dan privasi informasi dengan memanfaatkan identitas tersertifikasi secara digital yang aman dan terpercaya.
Halaman Berikutnya