Ekspansi di Indonesia, RedDoorz akan Tambah Hingga 150 Hotel yang Dioperasikan Sendiri 

0
65

RedDoorz, platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand, mempercepat pertumbuhannya di Indonesia dengan secara signifikan memperluas portofolio hotel yang dikelola langsung oleh perusahaan. 

Setelah menjalankan pilot project yang sukses pada 2025, perusahaan kini terus mengakselerasi portofolio ini yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih unggul. 

Saat ini, RedDoorz mengelola sekitar 100 hotel di Indonesia yang dioperasikan langsung dan menargetkan penambahan 100–150 properti lainnya hingga 2027. 

Seiring dengan ekspansi tersebut, RedDoorz juga terus memperkuat penerapan solusi berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga standar kualitas properti dalam skala besar.

Sebanyak 100 mitra properti tambahan tersebut akan beroperasi di bawah merek RedDoorz, SANS dan URBANVIEW. SANS diposisikan sebagai brand hotel ekonomis dengan konsep lifestyle yang modern dan trendi, sementara URBANVIEW menyasar wisatawan perkotaan yang mencari akomodasi terjangkau dengan desain yang estetik dan nyaman. Kedua brand ini diperkenalkan pada 2020 sebagai bagian dari strategi pertumbuhan multi-brand RedDoorz. 

Hingga saat ini, RedDoorz mengelola 4.300 mitra properti di Indonesia dan Filipina, dengan target mencapai 4.700 mitra properti hingga akhir 2026. Di Indonesia sendiri, jaringan mitra properti RedDoorz telah hadir di lebih dari 300 kota dan terus berkembang.

Baca Juga :   Kinerja Membaik Pasca Pandemi, RedDoorz Ancang-ancang untuk IPO

 “Indonesia tetap menjadi salah satu pasar paling strategis dan potensial bagi RedDoorz, yang didorong oleh kuatnya permintaan perjalanan domestik serta meningkatnya kebutuhan akan akomodasi yang andal dan terjangkau,” ujar Amit Saberwal, Founder dan CEO RedDoorz.

Amit menambahkan bahwa RedDoorz terus memperluas portofolio properti yang dikelola secara langsung guna memperkuat kendali operasional. Langkah ini memungkinkan perusahaan menghadirkan pengalaman menginap yang lebih konsisten sekaligus meningkatkan efisiensi di seluruh unit bisnis.

Amit Saberwal, Founder & CEO, RedDoorz bersama tim RedDoorz.

Sebagai bagian dari strategi ekspansi ini, RedDoorz juga menegaskan komitmennya dalam pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengendalian kualitas di seluruh jaringan hotel. Selama bertahun-tahun, perusahaan telah membangun sistem penetapan harga, distribusi, dan dukungan pelanggan yang memungkinkan RedDoorz berkembang hingga 4.300 mitra properti.

Berdasarkan fondasi yang kuat ini, RedDoorz kini melangkah lebih jauh ke teknologi operasional berbasis AI melalui peluncuran RedPilot—“copilot” AI internal yang dirancang untuk mempermudah para manajer hotel yang dikelola RedDoorz. 

RedPilot membantu menyederhanakan operasional sehari-hari, meningkatkan pengambilan keputusan melalui insight real-time, serta mendukung mitra properti dalam mengoptimalkan kinerja secara lebih efisien, sekaligus menandai babak baru dalam pengelolaan perhotelan berbasis teknologi.

Baca Juga :   PHRI Menyatakan Hotel dan Restoran Siap Layani Konsumen dengan Aman dan Sehat

Implementasi ini menjadi salah satu yang pertama di kawasan Asia Tenggara untuk brand teknologi perhotelan, sekaligus menegaskan fokus RedDoorz dalam memanfaatkan teknologi, guna menjaga konsistensi layanan serta profitabilitas bagi pertumbuhan bisnis. Dalam beberapa bulan mendatang, RedDoorz berencana menerapkan teknologi AI ini di seluruh mitra properti yang dikelola perusahaan.

 “Menjalankan hotel saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa tahun lalu, mulai dari pengelolaan staf, menjaga standar layanan, penetapan harga kamar, hingga memenuhi ekspektasi tamu yang terus berubah,” ujar Effi Setiawati, pemilik RedDoorz Syariah Plus @ Wisma Bougenville Karawaci, Tangerang, salah satu properti yang dikelola RedDoorz. 

Ia mengungkapkan bahwa sebagai pemilik properti secara individual, pengelolaan operasional dan penerapan teknologi dalam skala besar bukanlah hal yang mudah dilakukan secara mandiri. 

Karena itu, pendekatan RedDoorz yang mengedepankan pemanfaatan teknologi memberikan keyakinan bahwa properti dapat dikelola secara profesional dan efisien. Dengan dukungan tersebut, pemilik properti dapat lebih berfokus pada peningkatan nilai aset dalam jangka panjang dibandingkan harus terlibat langsung dalam operasional harian.

Berdasarkan Indonesia Hospitality Real Estate Market Report dari Mordor Intelligence, hotel independen (non-jaringan) menguasai 62,85% pangsa pasar properti perhotelan di Indonesia pada 2025, sementara hotel jaringan diproyeksikan tumbuh dengan pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) sebesar 11,14% hingga 2031. 

Baca Juga :   Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang Mencapai 40,14% Pada November 2020

Dari sisi kelas properti, segmen menengah mencatat pangsa 41,78% pada 2025, sementara properti mewah diperkirakan tumbuh dengan CAGR 11,46% hingga 2031. Secara geografis, Jakarta mencatat pangsa 27,14% pada 2025, sementara wilayah di luar Jakarta diproyeksikan mengalami pertumbuhan tercepat dengan CAGR 11,74% hingga 2031. 

 “Perilaku konsumen, dalam hal ini wisatawan Indonesia, terus dipengaruhi oleh kuatnya permintaan domestik, kecenderungan perjalanan yang lebih singkat namun sering, serta meningkatnya fokus pada nilai, keandalan, dan pengalaman,” tambah Amit. 

Amit menjelaskan bahwa wisatawan muda, khususnya dari kalangan Generasi Z, memiliki karakter yang sangat mengedepankan pendekatan digital dalam setiap tahap perjalanan. Kelompok ini cenderung mencari akomodasi yang terjangkau, memiliki desain yang baik, serta menawarkan layanan yang konsisten.

Seiring peran segmen ini sebagai motor utama pertumbuhan perjalanan domestik, RedDoorz memfokuskan pengembangan brand dan model operasional yang selaras dengan pola perjalanan masyarakat Indonesia saat ini—yang menuntut efisiensi, pemanfaatan teknologi, serta pengalaman menginap yang optimal.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics