Jungle Ventures Catat Total Dana Kelolaan Hingga US$1 Miliar

0
557

Jungle Ventures mengumumkan telah merampungkan Fund IV senilai US$600 juta, dengan rincian US$450 juta di keranjang investasi utama dan US$150 juta masuk dalam komitmen tambahan. Dengan demikian, total Asset Under Management (AUM) Jungle Ventures melampaui US$1 miliar.

Berawal dari target ambisius senilai US$350 juta, Fund IV mengalami permintaan berlebih (over-subscribed). Lebih dari 50% komitmen datang dari investor yang sudah ada, termasuk diantaranya Temasek, IFC, FMO, DEG, bergabung dengan investor global baru yang selektif seperti StepStone Group.

“Jungle merupakan VC independen pertama yang berkantor pusat di Singapura untuk berinvestasi di kawasan Asia Tenggara dan India. Sejak didirikan, Jungle telah membantu portfolio dalam pertumbuhan dan regionalisasi bisnis untuk menjadi pemimpin kategori di pasar konsumen yang paling luas dan berkembang paling cepat di dunia. Dengan Fund IV, Jungle bertujuan memperkuat posisi ini sambil melanjutkan pendekatan membangun ‘portofolio yang terkonsentrasi’, dengan membuat proyeksi 15-18 investasi di India dan Asia Tenggara melalui dana barunya,” kata Founding Partner Jungle Ventures Amit Anand dalam keterangan pers tertulis.

Baca Juga :   VIDA Peroleh Pendanaan Pra Seri A

Jungle Ventures menyebut portofolionya mencakup sejumlah perusahaan regional antara lain Kredivo, Livspace dan Moglix. Ketiga perusahaan tersebut mendapatkan investasi seed dari Jungle hingga mencapai unicorn.

Jungle juga telah mengkurasi portofolio regional seperti vertical e-commerce (Pomelo Fashion, Sociolla, Reddoorz), social commerce (Citymall, Evermos, Mio), fintech/insurTech (LeapFinance, Vayana, Turtlemint), B2B enablement (Kiotviet, Deskera, Waresix), electric vehicles (Datbike), SaaS (Builder.ai, BetterPlace) serta brand aggregators/D2C brands (Believe, Hypefast).

Jungle juga telah berinvestasi di sejumlah perusahaan baru termasuk Timo (bank digital pertama dan terkemuka di Vietnam), Sleek (perusahaan berbasis di Singapura yang menyediakan sistem operasi back-office untuk startup dan UMKM), Atomberg (brand elektronik direct to consumer dari India), Desty (platform social commerce enablement yang berbasis di Indonesia), Eveworld (platform komunitas social-crypto yang berbasis Web 3.0 untuk perempuan), Mio (platform social commerce di Vietnam), dan inFeedo (platform Saas pengalaman karyawan yang membantu perusahaan global mengelola budaya dan retensi tim).

Leave a reply

Iconomics