Poin Penting yang Harus Diperhatikan Saat Menceburkan Diri di Esportstainment
Webinar “Masa Depan Industri Esports: Esportstainment” sebagai rangkaian UniPin 11th Birthday #11YearsWithU/Dok. UniPin
UniPin Community (UNITY) bersama Co-founder dan CGO RevivaLTV Irliansyah Wijanarko dan YouTuber Ericko Lim mengupas masa depan di industri esports, dengan digabungkan bersama entertainment menjadi esportstainment.
“Esports sekarang bergeser ke arah entertainment itu karena saat ini ada YouTube dan digital platform lainnya, menjadikan esports tak terpisahkan dari dunia lifestyle dan entertainment. Secara natural, esports kemudian berubah menjadi menjadi esportstainment,” kata Irliansyah dalam webinar bertajuk ‘Masa Depan Industri Esports: Esportstainment’.
Adapun Ericko Lim, seorang YouTuber yang juga mantan pro player dan caster di esports menjelaskan bahwa esportstainment adalah sebuah jalan keluar bagi para pemain profesional yang tidak terlalu berhasil.
“Enggak semua pro player bisa jadi nomor satu, membuatnya berhasil dan menjadi kaya. Esportstainment adalah escape route untuk mereka gain more money,” kata Ericko.
Namun, apakah kemudian esportstainment ini membuat semangat kompetisi di ranah esports melesu? Irlie menjelaskan bahwa esportstainment hadir dari esports itu sendiri, tapi bisa saja pasarnya ikut bergeser dan menyesuaikan dengan tren yang ada.
“Nyawanya esports adalah kompetisi. Namun, segala ekosistem di sekitar esports tersebut makin lama makin berkembang dan bakalan lebih banyak pasarnya ketimbang kompetisinya itu sendiri,” kata Irlie.
Meski tampak menggiurkan, menjajaki esportstainment bukanlah hal yang mudah. Ericko menyebutkan, mengetahui karakteristik dan keunikan diri bisa menjadi kunci keberhasilan di esportstainment.
“You need to know your strong point, kamu harus riset, misalnya kamu harus tahu apakah kamu lucu, suka marah-marah, atau bagaimana. Jadi harus tahu karakteristik dirimu. Selain itu, dukungan komunitas juga penting banget. Kebanyakan YouTuber sekarang enggak bisa maintain komunitas mereka sehingga akhirnya influence mereka malah jadi tidak lagi sebesar itu. Jadi selain fokus pada diri sendiri, kita juga perlu memberi timbal balik pada komunitas, pada para penonton dan fans,” tutupnya.