Bawaslu Diminta Menjadi Wasit yang Adil Ketika Awasi Pemilu
Anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus/Dokumentasi DPR
Badan Pengawasl Pemilu (Bawaslu) diminta untuk berani, beritegritas, profesional dan proporsional dalam mengawasi pelaksanaan pemilu dan pikada. Sebagai pengawas, Bawaslu harus menjadi wasit yang adil, tegas dan berani menindak seriap pelanggaran yang terjadi.
“Bawaslu harus lebih menampakkan peran dan fungsinya. Jika salah maka harus berani menyatakan salah, itulah mental pengawas. Peran serta masyarakat juga harus didorong agar berani melapor ke Bawaslu setempat jika melihat adanya indikasi kecurangan dan pelanggaran,” kata anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus seperti dikutip situs resmi DPR, Kamis (21/10).
Guspardi mengatakan, salah satu peran Bawaslu yang sukses mengawasi pemilu terjadi pada Pilkada Serentak 2020. Apalagi pelaksanaan pilkada periode itu dinilai sebagai tersulit lantaran dilakukan pada waktu wabah Covid-19 berlangsung.
Dari hasi evaluasi Komisi II, pemerintah dan penyelenggara pemilu, kata Guspardi, pelaksanaan pilkada serentak bisa dikatakan sukses dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,02% dari target 77,5%. Yang tak kalah penting pelaksanaan Pilkada 2020 berlangsung tertib dengan penegakan protokoler kesehatan yang ketat.
“Dengan demikian, tidak terjadi kluster baru Covid-19 dari pelaksanaan Pilkada Serentak 2020,” ujar Guspardi.
Menurut Guspardi, pengawasan yang dilakukan Bawaslu berjalan relatif baik. Namun, Bawaslu terkadang harus silang pendapat dengan KPU dan DKPP demi menjaga netralitas dan menegakkan aturan sesuai aturan main yang telah ditetapkan. Bawaslu juga mencatat dan menemukan tahapan pilkada yang perlu dilakukan perbaikan dan penyempurnaan.
Karena itu, kata Guspardi, Bawaslu perlu memperkuat jajaran pengawas pemilu dengan kapasitas dan kemampuan yang merata di seluruh wilayah pemilihan yang diawasi. Kemudian juga merawat jejaring masyarakat sipil yang telah berpartisipasi dalam pemantauan Pemilu.
“Sinergitas dan efektivitas serta kerjasama kelembagaan perlu terus dibina. Harapannya agar kompetisi dalam pemilu dan pilkada berjalan dengan fair dan dapat menghasilkan para pemimpin yang berkualitas untuk mensejahterakan masyarakat,” katanya.