KNKT Didesak Investigasi Menyeluruh Kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi
Gedung DPR/MPR/Dok. Iconomics
Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera melakukan investigasi menyeluruh atas kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini, kata Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, penting untuk mengungkap penyebab insiden sekaligus memperkuat sistem keselamatan perkeretaapian nasional.
Dia menegaskan bahwa investigasi komprehensif diperlukan guna memastikan faktor pemicu kecelakaan, baik dari aspek teknis, kesalahan manusia, maupun persoalan di perlintasan sebidang.
“Perlu investigasi lebih lanjut oleh KNKT untuk mengetahui secara detail penyebab kecelakaan ini, apakah faktor teknis, human error, atau masalah di perlintasan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (27/04/2016).
Informasi awal menunjukkan kecelakaan diduga berkaitan dengan insiden di perlintasan sebidang JPL 85 yang melibatkan kendaraan taksi listrik. Insiden tersebut diduga memicu rangkaian kejadian hingga berujung pada tabrakan antar kereta.
Menurut Danang, peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan perlintasan sebidang sebagai titik rawan kecelakaan. Ia menilai penguatan pengawasan dan sistem pengamanan di lokasi-lokasi tersebut menjadi kebutuhan mendesak. Komisi V DPR RI, lanjutnya, akan terus memantau proses investigasi dan mendorong operator kereta serta otoritas perhubungan meningkatkan standar keselamatan secara menyeluruh.
Upaya itu mencakup evaluasi sistem pengamanan perlintasan, penerapan teknologi, peningkatan peran petugas di lapangan, hingga penguatan disiplin masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas di jalur kereta. Danang menekankan bahwa perbaikan sistem keselamatan harus berbasis hasil investigasi agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kami berharap hasil investigasi KNKT nantinya dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia,” katanya.
Dorongan percepatan investigasi ini menjadi bagian dari upaya mencegah terulangnya kecelakaan serupa, sekaligus memastikan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam layanan transportasi publik.