Mensos Beberkan Kinerja, Wakil Ketua DPR Membuka Ruang Penyesuaian Anggaran
Gedung DPR-MPR/Dok. Iconomics
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memaparkan capaian dan kinerja Kementerian Sosial (Kemensos) dalam penanganan bencana.
Saat Rapat Dengar Pendapat Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran Tahun 2025 dan Rencana Kerja Tahun 2026 Bidang Kebencanaan, Gus Ipul menyebutkan sepanjang satu dekade terakhir (2014–2024) terjadi 38.506 kejadian bencana di Indonesia. Rata-rata alokasi anggaran bencana melalui Kemensos mencapai Rp442,25 miliar per tahun.
“Kita sudah memberikan bantuan kepada korban bencana dalam bentuk logistik kedaruratan, sebanyak 478.225 jiwa. Kami juga memberikan santunan korban yang meninggal sebanyak 425 jiwa untuk bencana alam maupun bencana non malam,” kata Gus Ipul dalam keterangannya.
Selain itu, ia menyebut juga santunan lain yang menyasar 9.447 jiwa. Kami juga memberikan bantuan kepada korban bencana non-alam ada 1.078 jiwa.
Untuk kesiapsiagaan pra bencana, Kemensos memiliki 1.254 Kampung Siaga Bencana dan 783 Lumbung Sosial yang tersebar di 35 provinsi, 826 kecamatan, dan 211 kabupaten/kota. Lumbung sosial ini berisi logistik yang dibutuhkan saat bencana terjadi.
Selain kesiapan logistik, Kemensos juga memperkuat sumber daya kebencanaan meliputi mitra kerja, alat evakuasi, logistik dan gudang logistik. Termasuk alat-sistem komunikasi, kendaraan siaga bencana, dan sumber daya manusia kebencanaan, yakni 38.400 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), 951 Pelopor Perdamaian, dan para Pendamping Sosial.
“Dalam tahun 2025 ini kita melibatkan 11.216 orang Tagana yang turun dan dikerahkan pada saat masa kedaruratan atau bencana,” kata Gus Ipul.
Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal membuka ruang bagi Kemensos untuk mengajukan penyesuaian anggaran bila dibutuhkan demi kepentingan rakyat.
“Kalau misalkan nanti anggaran penyesuaian-penyesuaian diperlukan untuk rakyat, silakan tinggal datang ke DPR dan di rapat-rapat kabinet,” kata Cucun.