Nama-Nama Calon Dubes AS Belum Disetor Pemerintah, DPR dan MPR Bilang Begini
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad/Iconomics
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memastikan nama calon duta besar (Dubes) Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) dan Wakil Tetap Indonesia di PBB sudah disetor oleh pemerintah.
Nama-nama calon Dubes untuk AS yang disetorkan pemerintah pun sudah diketahui. DPR, dalam waktu dekat ini bakal memproses nama yang sudah masuk itu.
“Sudah kita sampaikan mengenai Watap (wakil tetap) RI di PBB dan pemerintah juga dalam waktu dekat akan menyampaikan untuk diproses DPR,” kata Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/06/2025).
Diketahui, Wakil Tetap Indonesia untuk PBB sebelumnya dijabat oleh Arrmanatha Christiawan Nasir. Jabatan yang diemban tersebut telah berakhir pada 21 Oktober 2024.
Belakangan, jabatan tersebut belum terisi kembali setelah Nasir tak menjabat. Lebih jauh Dasco menegaskan bahwa mantan Menparekraf Mari Elka Pangestu dan mantan Menlu Marty Natalegawa tak termasuk dalam nama-nama calon Dubes AS.
“Yang pasti dua-duanya (Marty dan Mari Elka) bukan,” kata dia.
Usulan yang disampaikan pemerintah, kata dia, dalam waktu yang secepatnya akan segera diproses oleh DPR. “Karena kita baru masuk dari masa sidang, kita akan segera proses,” beber dia.
Dasco sebelumnya mengatakan pihaknya mendapat kabar pemerintah sudah menyiapkan nama-nama calon Duta Besar Indonesia untuk AS. DPR akan menindaklanjuti hal itu sesuai mekanisme yang berlaku.
“Namanya sudah di DPR, tetapi sudah diinformasikan, tetapi kita tunggu resminya dari pemerintah. Saya belum tahu (jumlahnya), nanti kita lihat,” ujar Dasco.
Sementara, Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno yakin Presiden Prabowo Subianto sudah mempersiapkan calon terbaik untuk mengisi posisi Dubes Indonesia untuk AS.
Prabowo, kata dia, memiliki pemahaman geopolitik yang luas dan pengalaman diplomatik yang panjang. Dengan bekal tersebut, dia yakin figur-figur itu akan disiapkan untuk momentum yang tepat.
“Dalam hal ini adalah right man in the right place and in the right time,” kata Eddy kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (26/06/2025).
Strategi diplomasi Presiden Prabowo saat ini, kata dia, hendak membuat posisi Indonesia semakin relevan, penting dan berpengaruh baik untuk Amerika Serikat dan sekutunya, maupun bagi negara-negara berkembang yang tergabung dalam BRICS.
“Pos strategis seperti Amerika Serikat (AS), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York dan Jenewa, serta Jerman membutuhkan figur dengan rekam jejak yang teruji dan juga memiliki pengalaman panjang dalam dinamika geopolitik,” kata dia.
Oleh karena itu, figur-figur yang akan mengisi posisi strategis itu harus mampu mengikuti ritme kerja-kerja diplomasi Presiden Prabowo untuk memperkuat pengaruh Indonesia di kawasan, serta memprioritaskan kepentingan nasional dalam setiap upaya diplomasi yang dilakukan.
MPR RI, kata dia, siap mendukung penuh langkah diplomatik Presiden Prabowo dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. Di sisi lain, dia pun mengingatkan bahwa diplomasi yang dilakukan perlu sesuai dengan amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan suatu bangsa terhadap bangsa lain, dan penindasan terhadap kemanusiaan.
“Karena itu kami di MPR RI siap mengawal dan mendukung langkah diplomasi Presiden Prabowo menghadapi situasi geopolitik yang dinamis,” kata dia.