Pemerintah Diminta Intervensi Harga Migor di Beberapa Provinsi Ini, Apa Saja?

0
495
Reporter: Rommy Yudhistira

Pemerintah diminta membenahi persoalan minyak goreng di beberapa wilayah yang masih terpantau belum sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Di Pulau Sumatera, misalnya, masih ada 2 provinsi yang harga minyak gorengnya masih di atas Rp 14 ribu per liter.

Selanjutnya, kata anggota Komisi VII DPR Mulyanto, wilayah timur Indonesia meliputi Nusa Tenggara Barat (NTB), Gorontalo, Maluku, Papua, dan Papua Barat harga minyak gorengnya masih di atas HET. Karena itu, pemerintah segera mendistribusikan minyak goreng kemasan sederhana “Minyak Kita” ke wilayah tersebut.

“Pemerintah seharusnya mendistribusikan minyak goreng curah ke wilayah-wilayah tersebut karena sangat kontradiktif,” kata Mulyanto dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Di samping minyak goreng, Mulyanto juga menyoal harga tandan buah segar (TBS) terus mengalami penurunan. Sementara harga minyak goreng di beberapa wilayah masih di atas HET sehingga pemerintah perlu mengintervensi agar permasalahan itu segera terselesaikan.

Di sisi lain, kata Mulyanto, pencabutan sementara potongan ekspor (PE) sawit juga dinilai belum memberi dampak efektif dalam mendongkrak harga TBS di tingkat petani. Dalam perhitungan para praktisi, seharusnya dengan adanya pencabutan PE, harga TBS akan mengalami kenaikan sebesar Rp 600 per kilogram (kg). Akan tetapi, harga TBS hanya naik sebesar Rp 50 hingga Rp 125 per kg.

Baca Juga :   Danone-Aqua Siap Majukan Pelaku UMKM Khususnya Perempuan di Masa Pandemi Ini

“Jangan sampai pencabutan PE ini hanya dinikmati oleh para eksportir minyak mentah sawit (CPO) dan tidak merembes kepada petani sawit. Kalau itu yang terjadi, maka kebijakan ini salah sasaran. Pemerintah harus memonitor dan mengevaluasi kebijakan ini secara cermat,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membenarkan bahwa, harga minyak goreng curah di wilayah selain Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera, belum sesuai dengan HET yang ditentukan. Itu menggambarkan tantangan logistik yang dihadapi dalam pendistribusian program minyak goreng curah rakyat (MGCR).

MGCR sudah tersedia di 17.684 pengecer mitra pelaku usaha jasa logistik dan eceran atau PUJLE yang tersebar di 270 kabupaten/kota di 27 provinsi dengan tanda khusus spanduk HET. “Untuk Maluku dan Papua sedang kami persiapkan. Kami akan mengirim MINYAKITA dalam jumlah besar untuk Maluku dan Papua. Pengiriman tersebut rencananya akan bekerja sama dengan PT Pelni agar harga cepat turun,” kata Zulkifli.

“Sedangkan harga di Pulau Jawa sudah mencapai Rp 13 ribu per liter, sementara di provinsi lain juga sudah menunjukkan tren penurunan dengan rincian rata-rata harga untuk wilayah Kalimantan Rp 14.200 per liter, Sulawesi Rp 15.100 per liter, Nusa Tenggara Rp 16.100 per liter, serta Maluku dan Papua sebesar Rp 20.700 per liter,” kata Zulkifli.

Baca Juga :   Relawan Platform Mentoring Virtual Gratis untuk UMKM Naik 2 Kali Lipat

 

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics