Pusaran Suap di Bekasi: KPK Periksa Bos PDIP Jawa Barat Ono Surono

0
21
Reporter: Wisnu Yusep

OTT Topan Ginting

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami jejaring dugaan suap yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang. Hari ini, Kamis (15/01/2026), penyidik memanggil sosok di Jawa Barat, yakni Ono Surono. ​Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar tersebut pun sudah mendatangi Gedung Merah Putih sejak pukul 08.23 WIB.

Kehadiran Ono menandakan penyidikan mulai menyentuh simpul politik dalam kasus yang diawali dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) akhir tahun lalu. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa pemeriksaan Ono dilakukan dalam kapasitasnya sebagai pimpinan partai tingkat provinsi.

Relevansi Ono dalam kasus ini menjadi sorotan tajam mengingat tersangka utama, Ade Kuswara merupakan kader banteng yang berada di bawah komandonya.

​”Pemeriksaan dilakukan atas nama ONS (Ono Surono) terkait dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi,” ujar Budi singkat di Jakarta, Kamis (15/01/2026).

​

Gerbong Dinas Turut Diperiksa

​Tak hanya menyasar elite politik, KPK juga “menguras” keterangan dari jajaran teknis di Pemerintah Kabupaten Bekasi. Tujuh pejabat dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) turut digelandang ke meja pemeriksaan.

Baca Juga :   PDI Perjuangan Bangun Komunikasi dengan Parpol yang Hubungannya Dekat Pemerintah

​Mereka yang diperiksa mencakup para Kepala Bidang (Kabid) hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang membidangi proyek jalan, jembatan, hingga sumber daya air. Langkah ini memperkuat dugaan bahwa praktik suap tersebut telah mengakar di pos-pos basah pembangunan infrastruktur Bekasi.

 

​Kronologi “Jumat Keramat” di Bekasi

​Kasus ini pecah saat KPK menggelar OTT kesepuluh sepanjang tahun 2025 pada 18 Desember silam. Drama penangkapan tersebut menyeret 10 orang, termasuk ​Ade Kuswara Kunang (Bupati Bekasi), ​HM Kunang (Ayah kandung Bupati sekaligus Kades Sukadami), dan ​Sarjan (pihak swasta).

​Dalam operasi tersebut, penyidik menyita uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga menjadi “pelicin” untuk memuluskan proyek-proyek strategis di Kabupaten Bekasi.

Kini, publik menanti apakah keterangan Ono Surono akan membuka kotak pandora baru terkait aliran dana atau keterlibatan aktor intelektual lainnya.

Leave a reply

Iconomics