Perhumas Nilai Kolaborasi Aspek Penting bagi PR Dalam Jalankan Strategi Komunikasi

0
122
Reporter: Rommy Yudhistira

Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) menilai kolaborasi sebagai aspek penting dalam menjalankan strategi komunikasi, bagi insan hubungan masyarakat (PR). Karena itu, seorang insan PR perlu mengerti posisinya dalam rangka membangun kolaborsi.

Apabila kolaborasi yang terjalin mempengaruhi internal perusahaan/organisasi, kata Sekretaris Umum Perhumas Benny Siga Butarbutar, maka harus mempertimbangkan reputasi pihak yang ingin diajak bekerja sama. Jika kolaborasi mencakup di luar perusahaan/organisasi, seorang praktisi PR harus memperhatikan kerja sama yang menghasilkan dampak, atau hasil yang lebih besar.

“Jadi kalau sudah korporasi besar, what is the next 50 years? Strategic thinking ini diperlukan,” kata Benny dalam acara The Iconomics 6th Indonesia Public Relation Summit 2025 di Auditorium Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (8/8).

Untuk itu, kata Benny, PR harus memiliki peningkatan kapasitas untuk merespons tantangan yang terjadi ke depan. Dengan memiliki kapasitas yang mumpuni, seorang insan PR dinilai mampu berpikir strategis dalam menentukan arah kolaborasi.

Sebagai contoh, kata Benny, dari 100 orang yang bekerja dalam suatu acara, hanya ada 20 orang yang memiliki kapasitas, dan mampu memberi warna pembeda dalam penyelenggaraan acara tersebut. Karena itu, pengembangan kapasitas menjadi kunci bagi PR untuk berkolaborasi.

Baca Juga :   Lanjutan Uji Materiil UU Pemilu, Ketum PBB: Ada Sisi Gelap Pemilu Suara Terbanyak

“Yang punya kapasitas do the best, dan ini yang akan memberikan warna yang bisa dilakukan dalam kerja sama, kolaborasi,” ujar Benny.

Selain itu, lanjut Benny, kolaborasi tanpa inovasi hanya menjadi rutinitas biasa saja. Apabila menjalankan rutinitas seperti biasa, maka hal itu cenderung semakin menurun.

“Kolaborasi dengan inovasi adalah transformasi,” kata Benny.

Ketika sudah menjalankan kolaborasi, kata Benny, dibutuhkan langkah-langkah yang tepat untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Dalam hal ini,  Benny menyarankan perusahaan/organisasi menugaskan corporate communication yang berperan strategis untuk menentukan keberhasilan dalam kerja sama.

Kemudian, kata Benny, corporate communication memiliki jangkauan yang luas, baik untuk internal dan eksternal. Corporate communication pun dinilai mampu membangun citra positif, menjaga reputasi, dan mencapai tujuan bisnis perusahaan.

Corporate communication sudah selesai, beda dengan PR, PR itu terlalu umum. Tapi corporate communication lebih spesifik, lebih industri. Kalau di kampus saya bilang, tidak ada lagi seorang yang berbicara PR, itu terlalu umum. Cukup, tapi di corporate communication,” ujar Benny.

Leave a reply

Iconomics