Tak Kebal Virus Corona, Hermina Alokasikan Rp 100 Miliar untuk Buyback Saham

Reporter: Petrus Dabu
0
172

Ilustrasi/Garnesia.com

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), pemilik jaringan rumah sakit Hermina mengalokasikan anggaran maksimal Rp 100 miliar untuk pembelian kembali (buyback) saham. Buyback dilakukan 3 April hingga 2 Juli 2020.

Dengan anggaran Rp 100 miliar tersebut, Perseroan berencana membeli kembali sebanyak 30 juta lembar saham.

“Perseroran membatasi harga pembelian kembali saham sebesar maksimum Rp 3.700 per lembar saham,” tulis manajemen Hermina dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (3/4).

Saham Hermina pada penutupan perdagangan Jumat lalu berada di level Rp2.130. Meski bergerak di bidang rumah sakit, perusahaan dengan kode saham HEAL ini tak kebal dari infeksi virus corona yang menyebabkan harga mayoritas saham di bursa turun tajam. Sepanjang tahun ini, hingga Jumat pekan lalu, saham HEAL sudah terkoreksi sebesar 41,96%.

Pembelian kembali saham merupakan upaya sejumlah emiten untuk menghembuskan sentimen positif kepada investor di tengah adanya kepanikan akibat pandemi Covid-19. Dengan buyback diharapkan menciptakan demand atau permintaan di pasar sehingga harga kembali naik.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan terdapat sekitar 60 emiten yang telah menyampaikan rencana buyback dengan total nilai sekitar Rp 17,28 triliun.

Kebijakan buyback saham emiten, kata Wimboh, diharapkan dapat memberikan sentimen positif di pasar saham domestik yang hingga saat ini sudah melemah sebesar 26,61% sepanjang tahun 2020 ini (year to date).

“Ada tanda-tanda menggembirakan dalam beberapa minggu beberapa emiten (di pasar saham domestik) sudah hijau dan membaik, begitupun dalam berbagai belahan dunia. Ini tanda-tanda bahwa sudah mulai akan rebound. Kecepatannya tergantung bagaimana penyangga sektor riil dan keuangan agar tidak terlalu terpengaruh (oleh dampak Covid-19),” ujarnya saat konferensi pers jarak jauh, di Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Baca Juga :   Ada Corona, Menteri Erick Sorot Health Security dan Peran BUMN di Indonesia

Berikut sejumlah emiten yang sudah menyampaikan rencana buyback:

  1. PT Tunas Baru Lampung Tbk, anggaran sebesar Rp 300 miliar;
  2. PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk, anggaran sebesar Rp 70 miliar;
  3. PT Fast Food Indonesia Tbk, anggaran Rp 10 miliar;
  4. PT Alfa Energi Investama Tbk,anggaran sebesar Rp 5 miliar;
  5. PT Itama Ranoraya Tbk, anggaran sebesar Rp 60 miliar;
  6. PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk, anggaran sebesar Rp 14 miliar;
  7. PT Jaya Real Property Tbk, anggaran sebesar Rp 100 miliar;
  8. PT PP (Persero) Tbk, anggaran Rp 250 miliar;
  9. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, anggaran sebesar Rp 300 miliar;
  10. PT Waskita Karya (Persero) Tbk, anggaran sebesar Rp 300 miliar;
  11. PT Adhi Karya (Persero) Tbk, anggaran sebesar Rp 100 miliar;
  12. PT Jasa Marga Tbk (Persero), anggaran sebesar Rp 500 miliar;
  13. PT Rukun Raharja Tbk, anggaran Rp 40 miliar;
  14. PT Eastprac Hotel Tbk, anggaran Rp 2 miliar;
  15. PT Ace Hardwere Indonesia Tbk, anggaran sebesar Rp 34,3 miliar;
  16. PT AKR Corporindo Tbk, anggaran sebesar Rp 500 miliar;
  17. PT Barito Pacific Tbk, anggaran sebesar Rp 1 triliun;
  18. PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, anggaran sebesar Rp 1,8 triliun;
  19. PT Medco Energi Internasional Tbk, anggara sebesar US$ 3 juta;
  20. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, anggaran sebesar Rp 3 triliun;
  21. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, anggaran sebesar Rp 250 miliar;
  22. PT Bukti Asam Tbk, anggaran sebesar Rp 300 miliar;
  23. PT Timah Tbk, anggaran sebesar Rp 100 miliar;
  24. PT Aneka Tambang Tbk, anggaran sebesar Rp 100 miliar;
  25. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, anggaran sebesar Rp 110 miliar;
  26. PT Nusantara Infrastruktur Tbk, anggaran tidak disebutkan;
  27. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, anggaran tidak disebutkan, jumlah lembar 200 juta;
  28. PT Mulia Industrindo Tbk, anggaran sebesar Rp 25 miliar;
  29. PT Nusa Raya Cipta Tbk, anggaran sebesar Rp 125 miliar;
  30. PT Pan Brothers, Tbk anggaran sebesar Rp 210 miliar;
  31. PT Bank Panin Tbk, anggaran sebesar Rp 480 miliar;
  32. PT Kalbe Farma Tbk, anggaran sebesar Rp 18,75 miliar;
  33. PT Surya Semesta Internusa Tbk, anggaran sebesar Rp 300 miliar;
  34. PT Cikarang Listrindo Tbk, anggaran sebesar Rp 72,45 miliar;
  35. PT Mitra Adiperkasa Tbk, anggaran sebesar Rp 20,023 miliar;
  36. PT Sarana Menara Nusantara Tbk, anggaran sebesar Rp 25,5 miliar;
  37. PT Mahkota Group Tbk, anggaran sebesar Rp 20 miliar;
  38. PT M Cash Integrasi Tbk, anggaran sebesar Rp 17,35 miliar;
  39. PT Bank Mestika Dharma Tbk, anggaran sebesar Rp 100 miliar;
  40. PT Multi Indocitra Tbk, anggaran sebesar Rp 6 miliar;
  41. PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk, anggaran sebesar Rp 14,28 miliar;
  42. PT Digital Mediatama Maxima Tbk, anggara sebesar Rp 15,38 miliar;
  43. PT Bumi Serpong Damai Tbk, anggaran sebesar Rp 1 triliun;
  44. PT Perdana Gapuraprima Tbk, anggaran sebesar Rp 10 miliar;
  45. PT NFC Indonesia Tbk, anggaran tidak disebutkan;
  46. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk, anggaran sebesar Rp 300 miliar;
  47. PT Telefast Indonesia Tbk, anggaran sebesar Rp 6,7 miliar;
  48. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, anggaran sebesar Rp 2 triliun;
  49. PT Erajaya Swasembada Tbk, anggaran sebesar Rp 319 miliar;
  50. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, anggaran sebesar Rp 75 miliar;
  51. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, angggaran sebesar Rp 1,13 miliar;
  52. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, anggaran sebesar Rp 15 miliar;
  53. PT Kresna Graha Investama Tbk, anggaran sebesar Rp 18,20 miliar;
  54. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, anggaran sebesar Rp 1,5 triliun;
  55. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, anggaran sebesar Rp 275 miliar;
  56. PT Lippo Karawaci Tbk, anggaran sebesar Rp 75 miliar;
  57. PT PT Medikaloka Hermina Tbk, anggaran sebesar Rp 100 miliar;
  58. PT MD Pictures Tbk, anggaran sebesar Rp 40 miliar

Leave a reply