Hari Pertama Kerja Pasca Libur Lebaran, Rupiah Diperkirakan Kembali ke Level 15.700

0
79

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat [AS] melemah hingga ke level Rp16.000 lebih selama libur Lebaran. Pengamat menilai, pelemahan rupiah ini bersifat sementara dan diperkirakan kembali menguat ke ke level Rp15.700 hingga Rp15.800 pada hari pertama kerja pasca liburan panjang Lebaran 2024.

Mengutip data Google Finance, pada Senin, 15 April atau hari terakhir libur Lebaran, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka di sekitar Rp16.118. Otot rupiah terus menguat dalam perdagangan Senin, 15 April.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat mencapai level 16.147 pada Jumat pekan lalu.

Direktur Utama Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah ini terjadi karena indeks dolar AS yang menguat. Sementara pada saat yang sama, Bank Indonesia tidak melakukan intervensi karena sedang libur Lebaran.

Penguatan indeks dollar ini, jelas Ibrahim, terjadi karena data ekonomi Amerika Serikat yang bagus. Selain itu, juga dipicu komentar Neel Kashkari, pejabat bank sentral salah satu negara bagian yang mengatakan bahwa apabila inflasi masih tetap tinggi, maka kemungkinan besar Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga di semester kedua. Artinya,  tidak lagi menurunkan suku bunga seperti yang didengung-dengungkan saat ini.

Baca Juga :   Pekan Depan Rupiah Diproyeksikan Melanjutkan Penguatan

“Tensi geopolitik di Timur Tengah, yaitu perang antara Israel dan Iran walaupun hanya bersifat sementara, ini pun juga akan membuat indeks dolar kembali lagi menguat. Kemarin sempat di 106, sekarang kembali ke 105. Ini indikasi bahwa penguatan dolar ini akan melemahkan mata uang rupiah,” ujar Ibrahim saat dihubungi Theiconomics.com, Senin (15/4).

Namun, Ibrahim mengatakan pelemehan rupiah ini bersifat sementara. Apalagi ketegangan antara Iran dan Israel sudah mereda setelah Iran menyatakan tidak melakukan serangan lagi pasca serangan pada Minggu 14 April.

Selain itu, tambah Ibraim, Bank Indonesia juga tidak akan tinggal diam membiarkan rupiah melemah. Lembaga yang dipimpin Perry Warjiyo ini pasti akan melakukan intervensi di pasar pasca libur Lebaran.

“[Bank Indonesia] pasti akan melakukan intervensi terhadap mata uangnya dengan cara perdagangan di pasar NDF terutama di pasar obligasi dan valuta asing, sehingga pelemahan mata uang rupiah kemungkinan besar akan terkikis sampai penutupan pasar,” ujar Ibrahim.

Ibrahim memperkirakan pada penutupan perdagangan Selasa, 16 April, rupiah akan ditutup pada kisaran 15.780-15.860.

Leave a reply

Iconomics