Sarana Multi Infrastruktur Peroleh Pinjaman Sindikasi US$700 Juta

0
729

Presiden Direktur Sarana Multi Infrastruktur Edwin Syahruzad/The Iconomics

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi senilai US$700 juta atau setara Rp10,26 triliun. Pinjaman sindikasi ini merupakan yang kedua diperoleh PT SMI, setelah yang pertama sebesar US$175 juta diperoleh pada 2014.

Fasilitas ini merupakan pinjaman sindikasi offshore terbesar yang diperoleh PT SMI dari mitra perbankan yang berasal dari Indonesia, Singapura, Jepang, Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan. Proses perolehan fasilitas didukung oleh beberapa Mandated Lead Arrangers & Bookrunners (MLAB) yang terdiri dari MUFG Bank Ltd, United Overseas Bank (UOB), Standard Chartered Bank, Bank of China (Hong Kong), dan CTBC Bank Co., Ltd.

Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad mengatakan pihaknya mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh mitra perbankan asing dan semua pihak yang bekerja untuk terlaksananya perjanjian pinjaman sindikasi terbesar yang pernah dibukukan oleh institusi ini. SMI menyebutkan perjanjian ini juga menjadi sinyal bahwa sektor pembangunan infrastruktur memiliki daya tahan sehingga akan terus menjadi sektor strategis di Tanah Air, meskipun di tengah ancaman resesi ekonomi.

Baca Juga :   Menteri PUPR: Perencanaan Pembangunan 5 Kawasan Strategis Pariwisata Harus Terpadu

Edwin mengharapkan keberlanjutan pembangunan infrastruktur dapat menjadi pemicu untuk membangun kembali perekonomian pada fase recovery dari pandemi.

SMI awalnya menargetkan pinjaman sebesar US$500 juta dengan opsi greenshoe sebesar US$200 juta. Dengan permintaan yang tinggi, SMI berhasil mendapatkan total pinjaman sindikasi senilai US$700 juta meskipun di tengah kondisi pelemahan ekonomi karena pandemi Covid-19. Pinjaman sindikasi tersebut rencananya untuk refinancing dan memenuhi kebutuhan pembiayaan baru yang diperuntukkan bagi pembangunan proyek-proyek infrastruktur, sehingga struktur asset liability management perusahaan akan menjadi lebih baik dan sehat.

Leave a reply