MAMI Tegaskan Pengambilalihan Saham BSI Hanya Penataan Internal Grup Manulife

0
359

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menegaskan bahwa rencana pengambilalihan saham dalam PT Buanadaya Sarana Indonesia (BSI) sebagaimana diumumkan dalam Harian Neraca pada 30 Desember 2025 merupakan bagian dari penataan internal di dalam Grup Manulife di Indonesia.

Manajemen MAMI menjelaskan, seluruh entitas yang terlibat dalam aksi korporasi tersebut, yakni PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (AJMI), PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), PT Buanadaya Sarana Indonesia (BSI), serta PT Tirta Dhana Nugraha (TDN), berada di bawah kepemilikan Manulife Group. Dengan demikian, aksi tersebut tidak mengubah pengendalian pada tingkat grup.

“Pengumuman dilakukan untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas, sebagai bentuk transparansi atas aksi korporasi yang akan dilakukan dan perlindungan para pemangku kepentingan,” ujar Director & Chief Legal, Risk and Compliance Officer PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Justitia Tripurwasani, dalam keterangan resminya yang diterima Theiconomics.com, Rabu (7/1).

Justitia menegaskan bahwa tidak terdapat dampak langsung terhadap karyawan, klien, maupun mitra bisnis MAMI. Aksi penerbitan dan pengambilalihan saham tersebut difokuskan pada penguatan struktur permodalan dan penyelarasan kepemilikan di dalam grup, bukan pada perubahan struktur organisasi maupun hubungan komersial.

Baca Juga :   Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia

“Seluruh proses dilaksanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan semata‑mata merupakan penataan internal guna menjaga struktur bisnis grup tetap solid dan berkesinambungan, dengan tetap memastikan tata kelola yang baik,” tambahnya.

Sebelumnya, Bisnis melaporkan, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (AJMI) tidak lagi menjadi pemegang saham pengendali PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).

Aksi korporasi yang membuat AJMI tidak lagi menjadi pengendali MAMI terjadi bukan karena penjualan saham, melainkan akibat penerbitan saham baru di tingkat perusahaan perantara, yaitu PT Buanadaya Sarana Indonesia (BSI).

BSI menerbitkan saham baru untuk memperkuat permodalan. Seluruh saham baru tersebut diambil oleh PT Tirta Dhana Nugraha (TDN). Sementara itu, AJMI memilih untuk tidak menggunakan haknya atas saham baru tersebut. Akibatnya, meskipun AJMI tetap memiliki saham, porsi kepemilikannya terdilusi.

Dengan masuknya TDN sebagai pemegang mayoritas saham BSI, pengendalian BSI berpindah ke TDN. Karena BSI merupakan pemilik MAMI, maka secara tidak langsung pengendalian atas MAMI juga beralih ke TDN.

Leave a reply

Iconomics