Bursa Kripto Milik Keluarga Hashim Djojohadikusumo Pangkas Biaya Transaksi Bertahap, Mulai Maret dan Oktober
Ilustrasi Bitcoin
Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) melakukan penyesuaian struktur biaya transaksi. Langkah ini mendapatkan dukungan penuh dari induk usahanya, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN).
Direktur Utama COIN, Ade Wahyu menjelaskan penyesuaian struktur biaya secara terukur adalah upaya untuk memastikan keberlangsungan jangka panjang industri aset kripto.
CFX selaku bursa aset kripto berizin akan menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,04% menjadi 0,02% pada 1 Maret 2026. Kemudian akan diikuti penurunan selanjutnya menjadi 0,01% pada 1 Oktober 2026. Kebijakan strategis ini diumumkan oleh Direktur Utama Bursa Kripto CFX pada 2 Februari 2026.
“Bursa Kripto CFX selaku perusahaan anak dari COIN senantiasa mengikuti dinamika pasar dan melihat saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengeksekusi rencana tersebut guna meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional di kancah global. Biaya yang lebih kompetitif akan menarik kembali konsumen lokal untuk bertransaksi di dalam negeri dan pada akhirnya dapat memperbesar pangsa pasar,” kata Ade dalam keterangannya.
Ade meyakini perubahan ini akan menciptakan multiplier effect positif. Ketika ekosistem menjadi lebih efisien dan menarik bagi konsumen, frekuensi dan volume transaksi diproyeksikan akan mengalami kenaikan signifikan yang pada akhirnya mengkompensasi penyesuaian tersebut. Di sisi lain, langkah ini juga memacu Perseroan untuk terus menggali dan menciptakan berbagai potensi sumber pendapatan baru di masa depan.
Ade menyebut Bursa Kripto CFX akan fokus mengembangkan produk derivatif kripto untuk memperbesar volume transaksi dan memperdalam likuiditas pasar. Sementara untuk produk baru, ia juga menyoroti potensi besar pada produk-produk aset kripto baru yang dapat menjadi gelombang inovasi berikutnya di industri.
Berdasarkan Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), tantangan utama industri aset kripto domestik saat ini adalah menciptakan likuiditas yang dalam dan biaya transaksi yang kompetitif agar mampu bersaing dengan pasar global. Riset juga menyoroti sensitivitas pengguna terhadap biaya transaksi di mana sekitar 54,5% pengguna platform menyatakan akan berpindah platform jika biaya transaksi dinilai mahal. Data ini mengindikasikan besarnya potensi capital outflow dan adanya ruang yang perlu dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional.