Dari Pembiayaan hingga Aksi Nyata, Perjalanan Berkelanjutan Bank Mandiri di Hari Bumi 2026

0
63

Memaknai momentum Hari Bumi 2026, Bank Mandiri menegaskan komitmen keberlanjutan sebagai bagian integral dari strategi bisnis dan operasional. Keberlanjutan diposisikan sebagai perjalanan jangka panjang yang terukur serta memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan, dengan melibatkan nasabah korporasi hingga ritel dalam ekosistem yang terintegrasi.

Mengusung semangat Sinergi Majukan Negeri, Bank Mandiri memperkuat perannya sebagai katalis percepatan ekonomi hijau Indonesia melalui pendekatan berbasis data, implementasi nyata, dan dampak berkelanjutan.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, menyampaikan bahwa hingga Maret 2026 portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai sekitar Rp320 triliun, tumbuh 8,8% secara tahunan. Dari jumlah tersebut, pembiayaan hijau tercatat sebesar Rp167 triliun dan pembiayaan sosial Rp153 triliun. Capaian ini menempatkan Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau di Indonesia dengan pangsa lebih dari 35% dibandingkan tiga bank besar nasional.

“Kami optimistis pembiayaan berkelanjutan akan terus tumbuh pada kisaran 7–9% secara tahunan, sejalan dengan target pertumbuhan kredit bank secara keseluruhan. Di tengah dinamika makroekonomi domestik dan global, kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi pembiayaan, sehingga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset tetap terjaga,” ujar Henry.

Baca Juga :   Livin' dan Kopra Catat Transaksi Rp21.000 Triliun

Optimisme tersebut didukung oleh pipeline yang solid, dengan sekitar 77% berasal dari sektor yang selaras dengan agenda pembangunan nasional, seperti ketahanan energi—termasuk energi terbarukan dan efisiensi energi—produk ramah lingkungan (eco-efficient products), perumahan inklusif melalui program FLPP, serta penguatan pembiayaan produktif.

Sepanjang 2025, Bank Mandiri juga menerbitkan Green Bond Phase 2 dan Sustainability Bond Phase 1 dengan total nilai mencapai Rp10 triliun, yang disalurkan ke berbagai proyek berkelanjutan. Selain itu, Bank Mandiri aktif berkolaborasi dengan regulator dan pemangku kepentingan melalui berbagai forum, seperti focus group discussion (FGD), roundtable, serta program percontohan, termasuk pengembangan skema pembiayaan baru di sektor prioritas seperti waste-to-energy.

Sejalan dengan itu, Bank Mandiri terus memperluas akses solusi keberlanjutan bagi masyarakat. Salah satunya melalui peluncuran fitur Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) untuk segmen ritel pada platform Livin’ Planet di aplikasi Livin’ by Mandiri. Melalui fitur ini, nasabah dapat menghitung jejak emisi, melakukan carbon offset, serta membeli SPE-GRK secara langsung.

SPE-GRK yang tersedia saat ini berasal dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei milik Pertamina New & Renewable Energy berkapasitas 2,4 MW di Sumatera Utara. Proyek ini mengolah limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi energi terbarukan dan berkontribusi pada pengurangan emisi sekitar 265 ribu tCO2e, setara dengan emisi sekitar 30 ribu kendaraan berbahan bakar bensin.

Baca Juga :   Kantongi Laba Bersih Rp27,5 Triliun, Bank Mandiri Bagi Dividen 60%

Inisiatif hasil kolaborasi Bank Mandiri dengan IDXCarbon ini juga memperluas akses pasar karbon, dari yang sebelumnya didominasi segmen korporasi menjadi lebih inklusif bagi masyarakat luas.

Selain itu, Bank Mandiri menghadirkan berbagai program untuk mendorong gaya hidup berkelanjutan, antara lain penawaran kendaraan listrik melalui Livin’ Auto, kartu debit ramah lingkungan berbahan recycled PVC, serta produk e-money Livin’ Eco Green edisi khusus Hari Bumi melalui platform Livin’ Sukha.

Di internal perusahaan, Bank Mandiri juga mendorong keterlibatan aktif pegawai melalui program penanaman pohon berbasis digital di fitur Livin’ Planet yang berlangsung pada 11–19 April 2026. Program ini dikemas dalam bentuk kompetisi untuk meningkatkan engagement sekaligus memperkuat pemahaman pegawai terhadap peran individu dalam implementasi ESG di lingkungan kerja. Inisiatif ini berhasil menarik partisipasi lebih dari 500 pegawai, dengan kontribusi penanaman lebih dari 800 pohon bakau merah yang akan ditanam di wilayah Tangerang, Banten.

Sebagai bagian dari komitmen mencapai target Net Zero Operation pada 2030, Bank Mandiri secara konsisten menurunkan emisi operasional hingga 32% dari baseline tahun 2019 melalui berbagai inisiatif, seperti optimalisasi bangunan hijau, penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, serta pemasangan panel surya.

Baca Juga :   Bank Mandiri Berikan Pembiayaan Berbasis Aplikasi untuk Outlet Pertamina Lubricants

Bank Mandiri menegaskan bahwa perjalanan keberlanjutan telah berada pada jalur yang jelas dengan fondasi yang kuat. Ke depan, perseroan akan terus mempercepat akselerasi keberlanjutan melalui penguatan kolaborasi, inovasi, serta perluasan dampak di seluruh lini bisnis dan operasional.

Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis data, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus menjadi penggerak utama dalam transformasi menuju ekonomi yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics