Danantara Pastikan Pertamina Bisa Penuhi Kecukupan Stok BBM di Tengah Ketidakpastian Global
Danantara Indonesia memastikan PT Pertamina (Persero) mampu menjalankan tugas dengan baik, dalam mendapatkan harga minyak mentah yang terjangkau. Dengan kondisi ketegangan geopolitik yang terjadi saat ini, Pertamina ditunjuk sebagai garda terdepan untuk mengamankan stok BBM di Indonesia.
Sebagai pihak yang ditugaskan untuk mengoptimalkan aset BUMN, Chief Economist Danantara Indonesia Reza Yamora Siregar menjelaskan, Danantara akan menghitungnya secara hati-hati dan cermat. Hal itu dilakukan untuk memastikan agar Pertamina tidak merugi.
Jika dalam prosesnya Danantara menemukan kerugian pada Pertamina, kata Reza, pihaknya akan meminta kompensasi kepada pemerintah melalui APBN. Karena itu, Danantara berharap APBN mampu menopang pembelian minyak di tengah situasi yang terjadi saat ini.
Apalagi, kata Reza, semakin cepat pembelian dilakukan, maka stok minyak dalam negeri dapat segera terpenuhi. Namun, apabila APBN tidak, kemungkinan pembayarannya bisa hingga tahun depan.
“Semakin delay pembayaran, tentu saja semakin kurang uang yang kami bisa pakai untuk investasi. Ini proses yang kita hadapi sebagai BUMN,” kata Reza dalam acara The Iconomics CEO Forum di gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta, Kamis (23/4).
Danantara ketika menjalankan tugas, kata Reza, pihaknya fokus pada sisi keamanan pangan dan energi. Dan itu sejalan dengan semangat Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto.
Agar tidak mengandalkan produk dari luar negeri, kata Reza, Indonesia harus bisa memenuhi kebutuhannya dengan memproduksi sendiri. Terlebih di tengah ketidakpastian yang terjadi, diperlukan kemandirian dalam memproduksi pangan dan energi.
“Jadi strategi Asta Cita ini lebih kompleks dengan kondisi dunia yang geopolitiknya sudah berubah. Supply value chain berubah,” ujar Reza.
Untuk mengantisipasinya, ujar Reza, Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Manager (DIM) membentuk PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera). Sebagai perusahaan yang mengelola pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), Denera akan memanfaatkan teknologi pengolahan sampah menjadi sumber energi seperti listrik, panas, atau bahan bakar.
Dengan memanfaatkan sampah tersebut, kata Reza, Danantara mampu menjaga keamanan energi, dan kesehatan penduduk Indonesia. “Karena sebelum omong tentang energi terbarukan dari sampah menjadi listrik. Kami fokus ke waste management-nya. Menjaga lingkungan dan kesehatan,” tuturnya.