Insiden Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, Kemenhub akan Evaluasi Green SM Indonesia

0
51

Penyedia taksi listrik di Indonesia, Green SM Indonesia disebut-sebut menjadi penyebab awal kecelakaan kereta rel Listrik (KRL) yang ditabrak kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek (KA 4).

Dalam pernyataan resminya lewat akun resminya di Instagram pada Selasa (28/04/2026), Green SM Indonesia menyatakan bahwa pada saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang.

“Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi,” tulis manajemen Green SM Indonesia.

Pihak Green SM Indonesia juga menyampaikan keselamatan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang dan masyarakat.

Sekretariat Kabinet (Setkab), melalui akun resminya di Instagram menyampaikan bahwa Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green.

Pada akun resmi Setkab di Instagram, disebutkan bahwa kecelakaan berawal dari adanya taxi green yang berhenti mogok di lintasan kereta api yang akan lewat sehingga tertabrak kereta KRL. Mengakibatkan kecelakaan beruntun 2 kereta api di belakangnya.

Baca Juga :   DPR Pertanyakan Kemenhub Soal Pertimbangan Perubahan Aturan Potongan Tarif Ojol

Adapun dalam keterangan tertulis, Kementerian Perhubungan menyebut berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85. Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Kementerian Perhubungan menyatakan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara objektif dan menyeluruh. Menhub menegaskan bahwa pihaknya memberikan ruang dan menunggu KNKT untuk melakukan investigasi secara independen agar hasilnya dapat menjadi dasar evaluasi komprehensif ke depan.

Leave a reply

Iconomics