Peringati HUT ke-45, Gapki Luncurkan Buku Refleksi Perjalanan Industri Sawit Indonesia

0
42
Reporter: Rommy Yudhistira

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) meluncurkan buku berjudul 45 Tahun Gapki untuk Negeri di momentum peringatan HUT ke-45 asosiasi tersebut. Buku itu disebut sebagai refleksi perjalanan dalam mengawal, dan mengembangkan industri sawit nasional.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan, lebih dari 4 dekade, Gapki telah berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya mewadahi pelaku usaha. Juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam hal merumuskan, dan mengawal kebijakan sektor kelapa sawit.

“Kami mengapresiasi dan terima kasih atas segala karya Gapki, hingga hari ini dengan meluncurkan buku, memberikan legacy dan referensi bagi kita semua,” kata Putu dalam acara syukuran HUT Gapki dan peluncuran buku di Pullman, Jakarta, Rabu (29/4).

Sementara itu, Ketua Umum Gapki Eddy Martono mengatakan, 45 tahun Gapki itu sebagai penanda usia, dan merefleksikan perjalanan panjang yang penuh dinamika. Juga tantangan, pembelajaran, yang memperkuat peran Gapki sebagai mitra strategis pemerintah.

“Industri sawit telah menjadi salah satu penopang perekonomian nasional, menciptakan jutaan lapangan kerja, serta mendorong pembangunan wilayah, khususnya di daerah,” ujar Eddy.

Baca Juga :   Filianingsih Jadi Deputi Gubernur BI, Ini 3 Janjinya untuk Ekonomi Indonesia

Dalam berbagai kebijakan penting, kata Eddy, Gapki secara aktif memberikan masukan berbasis data dan pengalaman lapangan. Mulai dari penguatan ekspor non-migas, program peremajaan sawit rakyat, implementasi prinsip keberlanjutan, hingga pengembangan biodiesel sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.

Peran tersebut, lanjut Eddy, dilaksanakan dalam lingkup domestik, dan diperluas ke tingkat global melalui diplomasi ekonomi, serta komunikasi strategis untuk memperkuat posisi minyak sawit Indonesia di pasar internasional.

Seiring dengan itu, kata Eddy, Gapki menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, dan masyarakat. Upaya itu dilakukan untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Kami berharap ke depan sinergi ini dapat terus diperkuat, sehingga berbagai tantangan yang ada dapat dihadapi bersama dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional,” kata Eddy.

Sebagai informasi, Buku “45 Tahun Gapki untuk Negeri” membahas perjalanan organisasi dalam membangun industri sawit nasional yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Buku itu turut menegaskan kontribusi industri sawit sebagai sumber devisa, penggerak pembangunan daerah, dan menopang kesejahteraan jutaan masyarakat Indonesia.

Leave a reply

Iconomics