Laba Bersih ASGR Melonjak 47,46% pada Kuartal I-2026
Astragraphia hadirkan mesin printer produksi terbaru, Fujifilm Revoria PressTM PC 2120. (kiri-kanan): Edgar Wirotomo, Chief of Planning & Marketing PT Astra Graphia Tbk; King Iriawan Sutanto, Direktur PT Astra Graphia Tbk dan Agatha Putra, Dept.Head of Graphic Communication Services (GCS) PT Astra Graphia Tbk.
PT Astra Graphia Tbk (ASGR) mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan laba yang signifikan. Perseroan membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp69,49 miliar, meningkat 47,46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp47,13 miliar.
Kenaikan laba tersebut jauh melampaui pertumbuhan pendapatan perusahaan yang tercatat sebesar Rp759,83 miliar, atau naik 5,34% secara tahunan dari Rp721,28 miliar.
Dari sisi profitabilitas, ASGR berhasil meningkatkan laba bruto sebesar 11,68% menjadi Rp168,83 miliar. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan beban pokok pendapatan yang lebih rendah, yakni hanya naik 3,66% menjadi Rp590,99 miliar.
Efisiensi juga terlihat pada beban operasional. Beban umum dan administrasi berhasil ditekan sebesar 6,04% menjadi Rp67,14 miliar, sementara beban penjualan relatif stabil dengan kenaikan tipis 1,24%. Penurunan beban ini turut menopang pertumbuhan laba operasional perusahaan.
Selain faktor operasional, kinerja ASGR juga didukung oleh komponen non-operasional. Penghasilan keuangan meningkat 12,33% menjadi Rp17,60 miliar. Di sisi lain, biaya keuangan turun 23,62%. Perseroan juga mencatat perbaikan dari sisi selisih kurs, dari rugi pada tahun lalu menjadi laba pada periode ini.
Kombinasi berbagai faktor tersebut mendorong laba sebelum pajak meningkat signifikan sebesar 48,32% menjadi Rp87,51 miliar. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan yang mencapai Rp18,02 miliar, laba bersih tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
Dari sisi rasio, margin laba bersih ASGR meningkat menjadi sekitar 9,1% dari sebelumnya 6,5%. Selain itu, laba per saham (EPS) juga naik signifikan sebesar 47,45% menjadi Rp51,52, mencerminkan peningkatan nilai bagi pemegang saham.
“Pertumbuhan pendapatan bersih konsolidasian terutama diperoleh dari segmen solusi teknologi informasi. Peningkatan laba bersih konsolidasian pada kuartal awal tahun ini diperoleh dari kenaikan pada laba kotor segmen solusi dokumen sebesar 6% dan segmen solusi teknologi sebesar 34%, serta penurunan biaya beban penjualan, beban umum dan administrasi konsolidasian sebesar 4%,” jelas Hendrix Pramana – Presiden Direktur PT Astra Graphia Tbk dalam keterangan pers.
Sejalan dengan strategi pertumbuhan bisnis di awal tahun 2026, Astragraphia terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis melalui peluncuran Fujifilm Revoria Press™ PC2120 di Indonesia.
Untuk pertama kalinya di kawasan Asia Pasifik, solusi cetak produksi dari FUJIFILM Business Innovation ini diperkenalkan guna menjawab kebutuhan industri akan kualitas cetak premium yang efisien dan andal. Didukung teknologi otomatisasi berbasis AI serta kemampuan pencetakan multiwarna dalam satu proses termasuk toner spesial seperti pink dan green, Revoria Press™ PC2120 diharapkan memberikan nilai tambah bagi pelanggan melalui peningkatan produktivitas, fleksibilitas layanan, dan kualitas hasil cetak.
Secara khusus, teknologi ini diharapkan mampu menghadirkan nilai tambah bagi para pelaku usaha di berbagai segmen, termasuk UMKM dan industri percetakan, melalui penyediaan solusi yang lebih inovatif, efisien, serta adaptif terhadap kebutuhan pelanggan. Astragraphia berkomitmen untuk senantiasa menjadi mitra strategis bagi berbagai sektor bisnis serta pelaku industri kreatif di Indonesia.