Danamon Bukukan Pertumbuhan Laba Bersih 35% pada Kuartal I-2026

Kredit, Dana Pihak Ketiga, dan Transaksi Digital Tumbuh Solid, Kualitas Aset Tetap Terjaga di Awal Tahun
0
60

Sepanjang kuartal pertama 2026, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 35% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pada periode yang sama, pendapatan operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) juga meningkat 12% YoY, setelah memperhitungkan dampak implementasi PSAK 338.

Kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan intermediasi yang kuat, tercermin dari kenaikan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar 9% YoY, serta pertumbuhan total simpanan konsolidasian sebesar 16% YoY.

“Danamon mencatat pertumbuhan pada penyaluran kredit, penghimpunan dana, serta profitabilitas, dengan tetap menjaga kualitas aset melalui prinsip kehati-hatian. Dengan arahan strategis Tumbuh Bersama sebagai Satu Grup Finansial, Danamon berkomitmen menjadi penyedia solusi finansial terpercaya serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki, dikutip Kamis (30/4).

Dari sisi intermediasi, per 31 Maret 2026, total kredit dan trade finance konsolidasian mencapai Rp216,2 triliun, tumbuh 9% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja di berbagai lini bisnis, yakni Enterprise Banking & Financial Institution yang tumbuh 11%, SME Banking 9%, Consumer Banking 7%, serta Adira Finance 5%.

Baca Juga :   Bank Danamon Salurkan Bantuan untuk Masa Pemulihan di NTT

Pada sisi pendanaan, total dana pihak ketiga yang terdiri dari giro, tabungan (CASA), dan deposito mencapai Rp176,1 triliun, meningkat 16% YoY.

Dari sisi profitabilitas, Danamon membukukan PPOP sebesar Rp2,6 triliun, naik 12% YoY. Seiring dengan perbaikan biaya kredit (cost of credit) sebesar 13% YoY, laba operasional tercatat sebesar Rp1,6 triliun. Sementara itu, laba bersih konsolidasian mencapai Rp1,1 triliun, tumbuh 35% YoY. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) tercatat sebesar 7,6%.

Pertumbuhan tersebut dicapai dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Per akhir Maret 2026, rasio loan at risk (LAR) berada di level 8,2%, membaik 2,4 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto tercatat 1,6%, turun 30 basis poin YoY, dengan rasio cakupan NPL mencapai 290,6%, meningkat 8,3 poin persentase.

Sejalan dengan implementasi strategi jangka panjang, Danamon terus memperkuat kapabilitas melalui fokus pada ekosistem bisnis prioritas serta investasi di bidang digital banking, branding, pengembangan sumber daya manusia, dan transformasi jaringan kantor cabang.

Baca Juga :   'Nganggur' Tiga Bulan, Rekening Bank Diblokir PPATK, Apa Kata BCA dan Danamon?

Pada ekosistem otomotif, sinergi Danamon bersama Adira Finance mencatatkan pertumbuhan penyaluran pinjaman (synergy loan) sebesar 36% YoY. Kinerja ini turut didukung oleh partisipasi dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026 yang berlangsung pada 5-15 Februari 2026. Dalam ajang tersebut, lebih dari 580.000 pengunjung memanfaatkan berbagai solusi finansial yang ditawarkan, termasuk KPM Prima, produk pembiayaan kolaboratif Danamon dan Adira Finance. Danamon juga mencatatkan pertumbuhan volume transaksi sebesar 9% YoY selama penyelenggaraan acara tersebut.

Di sisi digital, aplikasi D-Bank PRO untuk nasabah ritel mencatatkan pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 31% YoY dan nilai transaksi sebesar 39% YoY. Perseroan juga terus meningkatkan fitur dan pengalaman pengguna, termasuk onboarding kartu kredit terintegrasi, fitur pelaporan pajak, serta penyempurnaan UI/UX.

Sementara itu, Danamon Cash Connect untuk nasabah korporasi mencatatkan pertumbuhan jumlah pengguna sebesar 24% YoY, serta peningkatan masing-masing 11% YoY pada jumlah dan nilai transaksi.

Didukung jaringan kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, Danamon juga aktif memperkuat hubungan dengan nasabah melalui berbagai kegiatan customer engagement sepanjang kuartal pertama 2026, seperti Mini Travel Fair di Pekanbaru, seminar market update di Semarang, serta perayaan hari besar seperti Tahun Baru Imlek dan Lebaran.

Leave a reply

Iconomics