PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya Pasang Panel Surya Seluas 17 Kali Lapangan Sepak Bola GBK
Peresmian PLTS Atap yang berada di Komplek Mulia Industry memiliki kapasitas 22,5 MW/Dok. Xurya
PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya menggandeng PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) dengan pengoperasian PLTS Atap berkapasitas 22,5 MW di Komplek Mulia Industri, Cikarang, Bekasi.
“PLTS Atap ini merupakan langkah strategis kami untuk memperkuat operasional berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas dan kontinuitas produksi. Dengan kapasitas 22,5 MW, proyek ini menegaskan komitmen kami dalam menjalankan agenda keberlanjutan perusahaan melalui pemanfaatan energi surya skala besar di sektor industri. Kami menggandeng Xurya sebagai mitra berpengalaman agar instalasi berjalan selaras dengan operasional. Selain itu, kami juga meyakini pemanfaatan energi surya merupakan bagian dari peran industri dalam mendukung keberlanjutan dan transisi energi nasional, sekaligus memperkuat komitmen jangka panjang kami untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan,” kata Direktur PT Mulia Industrindo Tbk, Ekman Tjandranegara dalam keterangannya.
Instalasi ini mencakup 36.862 panel surya yang terpasang di area seluas 122.783 m² atau setara dengan 17 kali luas lapangan sepak bola Gelora Bung Karno.
“Proyek ini menunjukkan bahwa energi surya tidak hanya relevan, tetapi telah menjadi bagian dari strategi operasional industri berskala besar di Indonesia. Lebih dari itu, proyek ini juga menjadi bukti nyata kapabilitas kami dalam menghadirkan solusi PLTS Atap untuk industri yang beroperasi 24/7, di mana proses instalasi berjalan beriringan dan terintegrasi tanpa mengganggu aktivitas produksi,»kata Managing Director Xurya, Eka Himawan.
Meningkatnya adopsi energi surya di sektor industri turut mendorong efisiensi dan pengurangan emisi dalam proses produksi. Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari menyampaikan bahwa pencapaian implementasi PLTS Atap oleh PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya merupakan langkah yang sangat membanggakan dan patut diapresiasi, serta diharapkan dapat direplikasi di sektor industri lainnya.
Menurutnya, kinerja industri pengolahan pada 2025 tumbuh 5,3% melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,1%, yang baru kembali terjadi setelah sekitar 14 tahun sejak 2011. Selain itu, kontribusi industri pengolahan yang mencapai 85% terhadap ekspor nasional semakin menegaskan peran strategis sektor ini. Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong transisi energi dan penurunan emisi, termasuk target Net Zero Emission (NZE) sektor industri pada 2050 melalui pemanfaatan energi baru terbarukan seperti PLTS Atap.
Vice President Pengelolaan Penjualan PT PLN (Persero), Yondri Zulfadli mengatakan hingga 2026, kapasitas PLTS Atap terpasang telah mencapai sekitar 861,14 MWp dengan total 11.840 pelanggan, serta kapasitas inverter sekitar 768,3 MW, dengan sekitar 81% kapasitas terpasang berasal dari sektor industri. Pencapaian ini tidak hanya menjadi milestone penting bagi pelaku industri, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri berjalan dalam mendukung transisi energi.
Sebagai pengguna energi terbesar, sektor industri memiliki peran penting, sehingga implementasi PLTS Atap menjadi langkah konkret yang terus didorong. Yondri mengatakan PLN berkomitmen dalam pengembangan energi baru terbarukan, termasuk PLTS Atap, tidak hanya sebagai penyedia listrik tetapi juga sebagai mitra strategis untuk memastikan sistem kelistrikan tetap andal dan efisien.