Jababeka Dapat Fasilitas Pembiayaan Jangka Panjang dari Bank Mandiri 

Dukungan kuat dari sektor perbankan domestik mencerminkan kepercayaan berkelanjutan terhadap strategi, kinerja operasional, dan fundamental jangka panjang Perseroan.
0
37

PT Jababeka Tbk menandatangani fasilitas pembiayaan jangka panjang baru dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada 13 Mei 2026. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki tenor 15 tahun dalam mata uang rupiah dengan tingkat bunga floating sebesar 7 persen per tahun.

Dana dari fasilitas pembiayaan itu akan digunakan terutama untuk refinancing Senior Notes Perseroan senilai USD185,856 juta yang jatuh tempo pada Desember 2027. Selain itu, terdapat tambahan fasilitas term loan sebesar Rp70 miliar untuk mendukung kebutuhan umum korporasi.

Transaksi ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan kewajiban (liability management) Perseroan secara proaktif guna memperkuat profil keuangan jangka panjang melalui perpanjangan jatuh tempo utang dan peningkatan visibilitas likuiditas.

Penggunaan fasilitas pinjaman dalam mata uang rupiah juga bertujuan menyelaraskan struktur pembiayaan dengan mata uang pelaporan Perseroan sehingga dapat mengurangi volatilitas laba akibat fluktuasi nilai tukar, khususnya dolar Amerika Serikat (USD).

Dalam fasilitas pembiayaan tersebut, Perseroan memberikan jaminan berupa sejumlah aset milik Perseroan dan entitas anak dengan total nilai jaminan yang memenuhi rasio coverage sebesar 120 persen dari nilai pinjaman.

Baca Juga :   Wadirut Alexandra Askandar Ungkap Strategi Bank Mandiri Mendorong Green Economy

Perseroan menegaskan bahwa pemberian jaminan tersebut bukan merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, sehingga tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Wakil Direktur Utama Perseroan, Budianto Liman, mengatakan pihaknya mengapresiasi dukungan dan kepercayaan yang diberikan Bank Mandiri melalui fasilitas pembiayaan jangka panjang tersebut.

“Transaksi ini secara signifikan memperpanjang profil jatuh tempo utang Perseroan, memperkuat posisi likuiditas, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan Perseroan. Di tengah volatilitas pasar utang internasional yang meningkat, kami meyakini fasilitas pembiayaan ini merupakan solusi pendanaan yang tepat dan prudent bagi Perseroan,” ujarnya dalam keterangan pers.

Ia menambahkan, dukungan kuat dari sektor perbankan domestik mencerminkan kepercayaan berkelanjutan terhadap strategi, kinerja operasional, dan fundamental jangka panjang Perseroan.

Perseroan juga menegaskan tetap berkomitmen mempertahankan strategi pendanaan jangka panjang yang terdiversifikasi dengan tetap memandang instrumen perbankan maupun pasar surat utang (debt capital market) sebagai sumber pendanaan penting.

Transaksi pembiayaan ini memberikan sejumlah manfaat strategis bagi Perseroan, terutama dalam memperkuat struktur keuangan jangka panjang. Melalui fasilitas baru dengan tenor 15 tahun, Perseroan dapat memperpanjang profil jatuh tempo utang sehingga tekanan pembayaran dalam jangka pendek menjadi lebih terkendali.

Baca Juga :   Berantas Judi Online, Bank Mandiri Gunakan Berbagai Strategi

Selain itu, langkah refinancing Senior Notes dilakukan secara proaktif jauh sebelum jatuh tempo pada Desember 2027. Strategi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pendanaan sekaligus mengurangi risiko pembiayaan ulang di tengah kondisi pasar global yang masih berfluktuasi.

Fasilitas tersebut juga memperkuat posisi likuiditas dan meningkatkan fleksibilitas keuangan Perseroan dalam mendukung kebutuhan operasional maupun pengembangan usaha ke depan. Penggunaan pembiayaan dalam mata uang rupiah turut menjadi bagian dari strategi penyelarasan struktur pendanaan dengan mata uang pelaporan Perseroan guna meminimalkan dampak volatilitas nilai tukar terhadap kinerja keuangan.

Di tengah tingginya volatilitas pasar dan ketidakpastian sektor pembiayaan global, transaksi ini sekaligus membantu menekan risiko refinancing serta memberikan visibilitas pendanaan yang lebih baik bagi Perseroan dalam jangka panjang.

Perseroan turut menyampaikan apresiasi atas dukungan jangka panjang para investor obligasi dan surat utang, serta berkomitmen menjaga komunikasi aktif dengan komunitas pembiayaan secara luas.

Ke depan, Perseroan akan tetap berfokus menjaga struktur permodalan yang prudent, mempertahankan likuiditas yang kuat, serta mengoptimalkan profil pendanaan jangka panjang.

Leave a reply

Iconomics