Lengkapi Kredit Program, Pemerintah Siapkan Kredit Program Bagi Perempuan Usaha Mikro Bunga 8%

0
14

Pemerintah terus memperkuat peran Kredit Program. Hingga 28 Juni 2026, realisasi penyaluran Kredit Program telah mencapai Rp167,97 triliun atau sekitar 49,20% dari target tahun 2026 sebesar Rp341,39 triliun.

Capaian tersebut ditopang dengan kinerja positif KUR yang telah mencapai Rp147,70 triliun kepada 2,32 juta debitur dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang tetap terjaga sebesar 2,39%.

Penyaluran tersebut setara 50,83% dari target plafon KUR tahun 2026. Sedangkan untuk kredit program lain, realisasi Kredit Alsintan sebesar Rp71,10 miliar, Kredit Industri Padat Karya (KIPK) sebesar Rp91,93 miliar, dan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp17,74 triliun.

Dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Pemerintah akan terus memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM agar semakin inklusif, mudah diakses, dan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum memperoleh akses pembiayaan formal.

“Pemerintah tidak hanya memastikan akses pembiayaan bagi UMKM tetap tersedia, tetapi juga terus menyempurnakan berbagai skema Kredit Program agar semakin tepat sasaran, lebih inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha di berbagai sektor. Melalui penguatan Kredit Program, kita ingin mendorong semakin banyak masyarakat yang naik kelas dan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usahanya,” kata Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto dalam keterangannya.

Baca Juga :   Suku Bunga Pinjaman 0% untuk Usaha Mikro Tinggal Tunggu Waktu

Oleh karena itu, Pemerintah memperluas cakupan Kredit Program melalui pengembangan Skema Kredit Program bagi perempuan pelaku usaha mikro. Kehadiran skema ini akan melengkapi empat skema Kredit Program yang telah berjalan, yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Usaha Alsintan, Kredit Industri Padat Karya (KIPK), dan Kredit Program Perumahan (KPP).

“Selama ini pembiayaan PNM Mekaar berada pada kisaran 18–25%. Melalui Kredit Program bagi perempuan pelaku usaha mikro, Pemerintah menurunkan suku bunganya menjadi 8% (flat) per tahun sehingga ibu-ibu yang mau berusaha, yang sedang berusaha, dan yang pernah serta akan kembali berusaha dapat memperoleh pembiayaan yang jauh lebih terjangkau,” kata Jubir Haryo.

Melalui transformasi pembiayaan PNM Mekaar menjadi kredit program bagi perempuan pelaku usaha mikro, tingkat suku bunga pembiayaan yang sebelumnya berkisar 18–25% per tahun (flat) akan diturunkan menjadi 8% per tahun (flat), dengan plafon pembiayaan hingga Rp15 juta per debitur dan tenor 6 hingga 24 bulan.

Untuk mendukung implementasinya, Pemerintah sedang menyiapkan berbagai regulasi pendukung dan menyiapkan dukungan fiskal berupa subsidi bunga/subsidi marjin sebesar Rp2,62 triliun untuk tahun 2026.

Leave a reply

Iconomics