Operasional Pengelolaan Aset Perkebunan APN Surplus Senilai Rp 2,86 T di 2025

0
6
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) atau APN, mencatat surplus operasional pengelolaan aset perkebunan sebesar Rp 2,86 triliun pada tahun 2025. Surplus tersebut berasal dari pelaksanaan tugas pengelolaan aset perkebunan negara.

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan, APN terus memperkuat perannya sebagai pengelola aset perkebunan negara yang profesional, dan menciptakan nilai tambah.

“Pencapaian ini menjadi fondasi penting bagi APN untuk terus memperkuat peran sebagai pengelola aset perkebunan negara yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi negara dan masyarakat,” ujar Abdul Ghani di Jakarta, Kamis (9/7).

Dari sisi laba, kata Abdul Ghani, APN membukukan laba bersih Rp 27,9 miliar dari bisnis jasa konsultan konstruksi. Laba itu berasal dari kegiatan usaha korporasi yang dijalankan APN.

Abdul Ghani menambahkan, pihaknya mengelola area perkebunan seluas 1,7 juta hektare pada 2025. Sejalan dengan penambahan penugasan, luas areal yang dikelola kini meningkat menjadi 4,11 juta hektare. Dari jumlah itu, sekitar 730 hektare merupakan areal tanaman kelapa sawit.

Baca Juga :   Kementerian BUMN Tidak Bisa Beroperasional Bila Pemangkasan Anggaran di Bawah Rp 215 M

Masih soal kinerja, kata Abdul Ghani, APN pun fokus dalam menjalankan transformasi perusahaan. Tidak hanya soal peningkatan produktivitas, transformasi juga dilakukan untuk memastikan pengelolaan perkebunan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik.

Untuk mendukung transformasi itu, kata Abdul Ghani, APN terus menjalankan berbagai program strategis seperti  legalitas aset, pengamanan perusahaan, penyempurnaan tata kelola procurement dan komersial. Juga penguatan organisasi dan kapabilitas sumber daya manusia.

Selain itu, lanjut Abdul Ghani, perusahaan memperluas kemitraan dengan petani korporasi, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Juga memperkuat penerapan good agricultural practices, dan mempercepat pengembangan, serta hilirisasi komoditas pangan prioritas.

“Kami meyakini bahwa pengelolaan aset yang didukung tata kelola yang baik, penerapan praktik perkebunan berkelanjutan, serta kemitraan yang harmonis dengan masyarakat akan menghasilkan manfaat yang optimal,” kata Abdul Ghani.

Leave a reply

Iconomics