BP BUMN Terima Laporan Audit Penyesuaian Pembukuan PT Pos untuk Periode 2023-2025
Badan Pengaturan (BP) BUMN menerima laporan hasil audit penyesuaian pembukuanĀ PT Pos Indonesia senilai Rp 9 triliun untuk periode 2023-2025. Laporan itu menjadi bagian dari proses pembersihan, dan pemulihan catatan keuangan perusahaan.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, pihaknya pun telah bertemu Iskandar Kunaefi sebagai Direktur Utama Pos Indonesia yang baru. Dalam pertemuan itu membahas langkah-langkah strategis untuk mempercepat transformasi perusahaan melalui pembenahan secara menyeluruh.
“Transformasi yang kita lakukan di sini bukan transformasi yang setengah-setengah. Kita tidak ingin sesuatu yang artifisial atau dipoles-poles. Proses ini kita lakukan untuk menjadikan perusahaan-perusahaan BUMN tangguh ke depannya,” kata Dony dalam keterangan resminya pada Kamis (23/7).
Kemudian, kata Dony, pembenahan dilakukan untuk memastikan proses restrukturisasi berjalan komprehensif, yang fokus pada strategi penataan yang efektif, dan efisien guna mengurangi beban biaya perusahaan. Salah satu inisiatifnya meninjau secara menyeluruh struktur pendapatan, komponen biaya, dan penerapan model bisnis yang tepat.
Seluruh langkah perbaikan PT Pos, kata Dony, fokus pada penguatan fundamental bisnis, dan memiliki target yang terukur agar dapat dikawal secara konsisten.
Dengan membenahi PT Pos secara menyeluruh, kata Dony, BP BUMN bersama Danantara berharap dapat memperkuat fundamental perusahaan, memulihkan kesehatan keuangan, dan meningkatkan daya saing.
“Kalau bisnis intinya masih negatif terus, enggak ada gunanya. Fokus dulu membuat ini positif dan menurunkan cost. Jadi setiap inisiatif harus jelas targetnya, kapan selesainya, dan berapa hasilnya. Kita hanya akan mengontrol berdasarkan itu,” ujar Dony.