MCASH Targetkan Raih Pendapatan Rp14 Triliun Tahun Ini
Ilustrasi/Indotelko
PT M Cash Integrasi Tbk atau MCASH optimistis tahun ini bisa meraih pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 lalu. Di tengah kondisi ekonomi makro yang mengalami kontraksi pada tahun 2020 lalu, pendatan emiten dengan kode MCAS ini naik 2,2% menjadi Rp11,33 triliun.
Sepanjang kuartal pertama 2021 lalu, MCASH melanjutkan pertumbuhan positifnya dengan membukukan pemdapatan sebesar Rp3,29 triliun naik 11,75% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,94 triliun.
Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp16,5 miliar, dari sebelumnya pada kuartal pertama 2020 lalu mengalami rugi bersih sebesar Rp183,36 miliar.
“Dengan pertumbuhan yang cukup baik sampai dengan Q1 2021, diperkirakan pertumbuhan [pendapatan] MCASH tahun ini bisa 10-20%. Kita lihat di 2021 revenue kita [diperkirakan] Rp13 triliun hingga Rp14 triliun,” ungkap Stanley Tjandra, Direktur MCASH saat konferensi pers, Senin (26/7).
Tahun 2021 dan tahun 2022, MCASH menganggarkan belanja modal sebesar Rp300 miliar hingga Rp400 miliar untuk ekspansi bisnisnya.
Mohammad Anis, Direktur MCASH lainnya mengatakan ada tiga strategi yang dilakukan Perusahaan untuk meningkatkan kinerja. Pertama, MCASH akan terus memperluas kerja sama dan partnership dengan berbagai pihak. Saat ini MCASH sudah bekerja sama dengan berbagai perusahaan seperti Alfamart, LINE, BRI, Mandiri, Taspen, RANS, Bumilangit, SiCepat, Shipper dan sebagainya. “Ini semua kita lakukan untuk mempercepat atau mengakselerasi pertumbuhan bisnis kita sendiri,” ujar Anis.
Kedua, MCASH meluncurkan berbagai inisiatif dan inovasi baru. Beberapa inisiatif baru yang diluncurkan tahun 2021 ini misalnya, peluncuran kartu e-Money Bank Mandiri dengan karakter Bumilangit dan kolaborasi dengan RANS Entertainment Membangun Platform Pemasaran Media Sosial Digital dan membetuk JV. Kemudian ada juga kerja sama dengan LINE Indonesia untuk menyediakan Tfitur Top-up dan PPOB pada aplikasi LINE + Peluncuran sticker LINE Bumilangit. MCASH juga melakukan digitalisasi Kios Warga berkolaborasi dengan Taspen dan Bank BRI.
“Kita juga meluncurkan game-game melalui smartphone,” ujar Anis.
Strategi ketiga adalah memberikan dampak sosial. Selama masa pandemi ini, beberapa program yang memiliki dampak sosial yang dilakukan MCASH berkolaborasi dengan pihak lain misalnya peluncuran aplikasi DigiResto dengan layanan ‘Indonesia Pasti Bisa’ yang menyediakan paket makanan dengan harga terjangkau bagi Pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri.
Melalui anak usahanya yaitu PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS), MCASH juga mendukung pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dalam pendistribusian obat-obatan bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalankan masa penyembuhan isolasi mandiri di Provinsi Jawa Barat. TFAS akan menghadirkan dukungan logistik dan teknologi dengan menggunakan dukungan platform digital yang dikembangkan oleh Clodeo, anak usaha TFAS. Sistem ini telah terintegrasi multi-courier service dengan SiCepat Ekspres dan JNE sebagai ekspedisi yang akan mengirimkan paket obat-obatan tersebut ke lokasi pasien. Seluruh proses pendistribusian obat-obatan ini sepenuhnya dapat dilacak secara real-time sehingga meminimalisir terjadinya kesalahan di lapangan.