Tahun 2022, IFG Group Raup Laba Bersih Rp3,44 Triliun, Naik 0,5%
Direktur Utama IFG Group Robertus Bilitea saat Rapat Dengar Pendapatan (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Senin (30/1).
IFG Group atau PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) menutup tahun 2022 lalu dengan kinerja keuangan yang cukup baik. Holding BUMN asuransi dan penjaminan ini membukukan laba bersih sebesar Rp3,44 triliun, naik 0,5% dari Rp3,42 triliun pada 2021.
“Kenaikan laba bersih ini dari pendapatan gabungan underwriting, pendapatan jasa keuangan dan pengelolaan gedung, kenaikan hasil investasi, serta pendapatan-pendapat lain dari Jasa Raharja,” ujar Direktur Utama IFG Group Robertus Bilitea dalam Rapat Dengar Pendapatan (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Senin (30/1).
Robertus memaparkan pada tahun 2022, secara konsolidasi IFG Group membukukan pendapatan sebesar Rp10,5 triliun, naik sekitar 13% dari Rp9,3 triliun pada 2021. Pendapatan usaha ini antara lain dikontrbusi oleh IFG Life sebesar Rp1,1 triliun, kemudian Jasindo sebesar Rp297 miliar, dan Jasa Raharja sebesar Rp262 miliar.
Pendapatan usaha ini bersumber dari pendapatan premi bruto yang mencapai Rp26,84 triliun, naik 0,5% dari Rp26,71 triliun pada 2021. IFG Life meberikan kontribusi pendapatan premi bruto sebesar Rp830 miliar, kemudian Jamkrindo sebesar Rp578 miliar dan Jasa Raharja sebesar Rp212 miliar.
IFG Gorup beranggotakan PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja (Jasa Raharja), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Bahana Kapital Investa dan PT Grahaniaga Tatautama.
Robertus mengatakan hampir semua anggota IFG Group pada tahun 2022 membukukan laba bersih. “Semuanya positif, ada yang mengalami kerugian tetapi akan kami sampaikan datanya nanti,” ujarnya menjawab pertanyaan anggota Komisi VI.