Kemajuan Pembangunan IKN Tahap 1 Capai 71,47%, Total Investasi Groundbreaking Rp 47,5 triliun
Tangkapan layar Kepala Otorita IKN Bambang Susantono/Iconomics
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut perkembangan pembangunan IKN tahap 1 telah mencapai 71,47%. Dari progres tersebut, untuk proyek pembangunan Istana Presiden dan lapangan upacara telah mencapai 54,07%, pembangunan Sumbu Kebangsaan Fase 1 96,41, dan Bendungan Sepaku Semoi mencapai 100%.
Kepala Otorita IKN Bambang Susantono mengatakan, pembangunan IKN tahap 1, merupakan proyek yang kontraknya dimulai sebelum 2023 atau sebelum Otorita IKN terbentuk. “Untuk Istana Presiden ini kalau mau seeing is believing, datang ke sana lihat, kalau tidak di YouTube sudah banyak sekarang, semua orang bisa mengambil gambar. Kemudian Sumbu Kebangsaan Fase 1 di mana nanti kita upacara 17 Agustus, itu sudah mendekati 100%,” kata Bambang dalam keterangan resminya secara daring pada Selasa (30/1).
Selanjutnya, kata Bambang, nantinya akan dibangun Memorial Park untuk menghormati para pendiri bangsa dan pahlawan nasional yang sudah rela berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. “Memorial Park itu nanti akan ada patung Soekarno dan Hatta, bapak pendiri kita. Ini sedang dimatangkan, terutama desainnya dengan arahan dari kurator desain kita, Pak Ridwan Kamil. Ini baru juga, baru hari ini saya bocorkan,” ujar Bambang.
Sejauh ini, kata Bambang, telah diselenggarakan 4 proses peletakan batu pertama atau groundbreaking ceremony di IKN. Adapun total nilai investasi groundbreaking 1-4 mencapai Rp 47,5 triliun dan sebesar Rp 35,9 triliun berasal dari investasi swasta.
Groundbreaking 1, sambung Bambang, terdiri atas 4 investor/konsorsium dan organisasi, jumlah investasinya mencapai Rp 22,9 triliun. Groundbreaking 2, terdiri atas 9 investor dan lembaga dengan total investasi Rp 15,5 triliun. Lalu, groundbreaking 3, terdiri atas 10 investor dan lembaga, jumlah investasinya Rp 4,7 triliun dan groundbreaking 4, 11 investor, LSM, dan lembaga, dengan jumlah investasi Rp 4,26 triliun.
“Dari sisi kami pengelola kota, kami ingin kota ini punya ekosistem yang lengkap. Jadi tidak hanya fasilitas publik dan kantor pemerintah. Tetapi ada tempat untuk UMKM, ada tempat untuk hangout, ada tempat untuk stand up comedian, ada tempat untuk olahraga. Itu yang ingin kita ciptakan, sehingga kota ini tidak hanya layak huni, tetapi dicintai,” ujarnya.