RUPST Saratoga Bagikan Dividen Rp 200 M untuk Tahun Buku 2024
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mengumumkan pembagian dividen tunai senilai Rp 200 miliar, atau sekitar Rp 14,75 per lembar saham untuk tahun buku 2024. Saratoga mencatatkan perolehan dividen dari portofolio investasi senilai Rp 3,8 triliun.
Direktur Keuangan Saratoga Lany D. Wong mengatakan, pencapaian itu dihasilkan di tengah kondisi pasar yang dinamis. Sepanjang 2024, Saratoga berhasil mempertahankan struktur keuangan yang kuat dan efisien, didukung oleh kinerja positif dari perusahaan portofolio investasi.
“Hal ini memungkinkan kami untuk terus menjalankan strategi investasi yang berfokus pada penciptaan nilai dan mampu memberikan hasil nyata kepada para investor melalui pembagian dividen tunai,” kata Lany dalam keterangan resminya pada Rabu (26/6).
Sementara itu, Direktur Investasi Devin Wirawan menambahkan, Saratoga membuka ruang bagi perspektif baru untuk memperkaya pengambilan keputusan strategis, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui perubahan susunan dewan komisaris perseroan, sebagai bagian dari langkah strategis struktur tata kelola.
Saratoga pun mengangkat Aria Kanaka, dan Stephanus Harjanto T. sebagai Komisaris Independen, menggantikan Anangga W. Roosdiono, dan Sidharta Utama.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada dewan komisaris yang telah menyelesaikan masa jabatannya atas kontribusi dan dedikasinya dalam mendukung pertumbuhan Saratoga. Di saat yang sama, kami juga menyambut kehadiran Dewan Komisaris baru yang kami yakini akan membawa perspektif dan pengalaman berharga untuk memperkuat arah strategis kami ke depan,” ujar Devin.
Ke depannya, kata Devin, Saratoga melanjutkan langkah strategis untuk memaksimalkan peluang di sektor-sektor strategis. Beberapa di antaranya yang dibidik Saratoga yakni layanan kesehatan, infrastruktur digital, dan energi terbarukan.
“Kami terus melihat potensi pertumbuhan yang kuat di sektor-sektor tersebut, dan akan terus menerapkan pendekatan investasi yang disiplin, selektif, dan responsif terhadap dinamika pasar guna menjaga kualitas pertumbuhan portfolio dan mendorong penciptaan nilai berkelanjutan,” kata Davin.