Grup Djarum Akuisisi Saham Rumah Sakit Hermina Senilai Rp1,04 Triliun
Rumah Sakit Hermina Jatinegara/Dok. Hermina
PT Dwimuria Investama Andalan, milik grup Djarum kini ikut menjadi entitas pemilik emiten rumah sakit PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (25/6), Wakil Direktur HEAL, Yulisa Khiat mengungkapkan saham yang dibeli PT Dwimuria Investama Andalan merupakan hasil pengalihan dari saham pembelian kembali (buyback) sebanyak 559.185.300 lembar saham.
Dengan harga pengalihan Rp1.875 per lembar saham, transaksi ini pengalihan saham ini senilai Rp1,04 triliun.
“Transaksi penjualan saham hasil pembelian kembali dilakukan pada tanggal 25 Juni 2025 di luar Bursa Efek Indonesia,” terang Yulisa dikutip, Kamis (26/6).
PT Dwimuria Investama Andalan merupakan entitas milik grup Djarum. Perusahaan ini tercatat sebagai pemilik 54,942% saham bank swasta terbesar di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Mengutip laporan tahunan perusahaan, sejarah Hermina dimulai pada 1985 dengan pendirian rumah sakit bersalin pertama. Fasilitas ini kemudian berkembang menjadi rumah sakit khusus ibu dan anak. Transformasi signifikan terjadi pada tahun 1999, ketika Hermina beralih dari entitas nirlaba menjadi perusahaan berbadan hukum dengan nama PT Medikaloka Hermina.
Pada tahun 2018, Hermina mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Pada akhir 2024, Hermina telah mengoperasikan 51 rumah sakit dengan total kapasitas 8.252 tempat tidur
Per akhir 2024, pemegang saham HEAL adalah Yulisar Khiat sebesar 12,76%; Lydia Immanuel 5,56%; dr. Binsar Parasian Simorangkir 5,34%; dan PT Astra International Tbk sebesar 7,23%.
Sementara masyarakat atau publik sebesar 69,10%.