Rahasia Sukses Bisnis Keluarga: Shinta Kamdani dan Adrianto Djokosoetono Ungkap Strategi di PermataBank Wealth Wisdom 2025

0
101

Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih menekan dunia usaha, pelaku bisnis dituntut untuk semakin adaptif dan tangguh. Isu ini menjadi sorotan dalam sesi “Adapting the Weather: Building Business Resiliency” pada acara PermataBank Wealth Wisdom 2025, yang menghadirkan dua figur bisnis papan atas: Shinta W. Kamdani, Ketua Umum APINDO, dan Adrianto Djokosoetono, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk.

Keduanya berbagi pengalaman dalam menjaga ketahanan bisnis keluarga di tengah tantangan ekonomi yang dinamis—mulai dari perubahan geopolitik hingga disrupsi teknologi.

Bisnis keluarga memegang peran penting dalam perekonomian nasional, menyumbang sekitar 70% aktivitas ekonomi swasta dan menyerap lebih dari 70% tenaga kerja Indonesia. Namun, riset Daya Qarsa mencatat hanya 30% bisnis keluarga yang mampu bertahan hingga generasi kedua, dan 13% mencapai generasi ketiga.

Menurut Shinta Kamdani, keberlanjutan bisnis keluarga sangat bergantung pada profesionalisme dan kesiapan generasi penerus.

“Penting bagi setiap pelaku bisnis keluarga untuk selalu kembali pada purpose atau tujuan dan mimpi yang ingin dicapai, menumbuhkan passion dengan mencintai bisnis yang dijalankan, serta memiliki perseverance atau ketekunan untuk terus bekerja keras menghadapi tantangan agar bisnis dapat tumbuh lintas generasi,” jelas Shinta.

Baca Juga :   Permata Bank Dorong Generasi Muda Menjadi Future Leaders dalam ESG dan Inovasi Berdampak 

Ia menambahkan, forum seperti Wealth Wisdom menjadi ruang penting bagi pelaku usaha lintas generasi untuk saling belajar dan memperkuat nilai bisnis keluarga.

Transformasi Digital Kunci Ketahanan Bluebird

Kisah Bluebird menjadi contoh nyata bagaimana bisnis keluarga mampu berevolusi. Didirikan oleh almarhumah Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono dengan 25 armada taksi Holden Torana, Bluebird kini berkembang menjadi perusahaan mobilitas nasional dengan lebih dari 24 ribu armada dan 30 ribu pengemudi di 20 kota.

Sebagai generasi ketiga, Adrianto Djokosoetono menekankan pentingnya inovasi dan digitalisasi untuk menjaga relevansi bisnis.

“Transformasi digital bukan hanya soal mengikuti tren, tapi menjadi fondasi baru agar bisnis tetap adaptif dan relevan. Bluebird kini berkembang menjadi Mobility as a Service company, dengan menghadirkan layanan mobilitas dengan beragam layanan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” jelasnya.

Kolaborasi Jadi Kompas Ketahanan Bisnis

Baik Shinta maupun Adrianto sepakat, resiliensi bisnis tak bisa dibangun sendirian. Dunia usaha harus memperkuat kolaborasi lintas sektor—dengan pemerintah, asosiasi, korporasi besar, UMKM, hingga generasi muda sebagai penerus.

Baca Juga :   Permata Bank Melanjutkan Kinerja Positif dengan Membukukan Pertumbuhan Kredit yang Sehat

Wealth Wisdom 2025 menghadirkan berbagai kelas dan sesi inspiratif seputar finansial, kesehatan, dan pendidikan. Sejumlah tokoh publik turut hadir, di antaranya Airlangga Hartarto, Basuki Tjahaja Purnama, Prof. Rhenald Kasali, Prof. Eka J. Wahjoepramono, Andy F. Noya, dan Raymond Chin.

Sejak pertama kali digelar pada 2014, PermataBank Wealth Wisdom konsisten menjadi platform edukatif yang mempertemukan pemikir dan praktisi lintas generasi untuk membangun masa depan finansial yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics