Hasil Survei World Security Report Ungkap Instabilitas Ekonomi Jadi Ancaman Keamanan Paling Mendesak di RI
Hasil survei World Security Report mengungkapkan sebanyak 71% pimpinan keamanan menilai ketidakstabilan ekonomi sebagai isu keamanan paling mendesak di Indonesia. Ketidakstabilan ekonomi dianggap oleh para pimpinan itu sebagai ancaman utama yang berdampak pada keamanan untuk tahun mendatang, dan menjadi persentase tertinggi di dunia.
Managing Director G4S Indonesia Achmad Kosasih mengatakan, banyaknya kampanye negatif menimbulkan keresahan publik, dan memicu ketegangan. Hal itu terlihat dari respons 62% responden yang melaporkan peningkatan ancaman kekerasan terhadap pimpinan perusahaan dalam 2 tahun terakhir.
Temuan itu, kata Achmad, mampu menangkap gambaran bagaimana gejolak ekonomi dan sosial saling berinteraksi, dan menciptakan lingkungan yang berisiko tinggi bagi pemimpin perusahaan.
“Kami melihat peningkatan signifikan terhadap risiko yang dihadapi para pemimpin perusahaan, yang sebagian besar dipicu oleh ketidakstabilan ekonomi yang berkepanjangan. Ketidakpastian ini telah menciptakan kondisi di mana kampanye misinformasi dan disinformasi berkembang pesat, sering kali menjadi pemicu utama bagi pihak-pihak yang menargetkan dunia usaha di Indonesia,” kata Achmad dalam keterangan resminya pada Selasa (18/11).
Untuk mengantisipasi ancaman itu, kata Achmad, sebanyak 71% perusahaan telah meningkatkan prosedur keamanan. Sementara 60% perusahaan menyediakan personel pengamanan dekat bagi para pemimpin perusahaan.
Masih soal perlindungan, kata Achmad, sebanyak 59% perusahaan memantau ancaman daring, dan 55% menyediakan perlengkapan perlindungan pribadi bagi pemimpin, seperti kendaraan yang memiliki pengamanan.
“Respons yang diberikan sangat kuat dan visioner. Perusahaan-perusahaan di Indonesia termasuk yang terdepan secara global dalam menerapkan langkah-langkah perlindungan eksekutif yang komprehensif serta meningkatkan alokasi anggaran keamanan mereka. Terdapat komitmen yang nyata untuk memanfaatkan teknologi canggih dalam memperkuat sistem keamanan,” tambah Achmad.
Masih kata Achmad, para pimpinan keamanan di indonesia menunjukkan kesiapan kuat untuk meningkatkan investasi, baik dalam sumber daya manusia dan teknologi. Sebanyak 71% memperkirakan anggaran keamanan fisik akan meningkat dalam 1 tahun ke depan.
“Upaya ini juga disertai dengan dorongan untuk menempatkan keamanan fisik sebagai prioritas strategis dalam struktur organisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi terpadu yang memadukan keahlian manusia dan teknologi cerdas secara sinergis,” tuturnya.