Ada Panen Raya Perdana Program Makmur di Bolmong, PPI Mainkan Peran Penting

0
857

Akhirnya Program Makmur di Desa Tungoi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bоlmоng), Sulawesi Utara menggelar panen raya perdananya. Program ini berhasil meningkatkan hasil pertanian khususnya komoditas padi dengan produktivitas mencapai  7,3 ton/ha  gabah kering panen per hektar.

Selain PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI, panen bersama tersebut dilakukan juga dengan beberapa BUMN lainnya yang ambil bagian dalam program Makmur tersebut, seperti  Pupuk Kaltim, BRI, dan Jasindo.

PPI terlibat sebagai distributor integrator. PPI berperan menyediakan produk keperluan Agro-Input mulai dari penyediaan pupuk berkualitas, benih unggul dan pestisida, sampai dengan pascapanen sebagai offtaker pembelian hasil panen bersama koperasi dan kios mitra binaan yang tergabung dalam program Makmur.

“Kegiatan Panen perdana Program Makmur yang merupakan salah satu program Kementerian BUMN, terbukti berhasil meningkatkan produktivitas gabah kering panen padi yang biasanya 3,8 ton/ha menjadi 7,6 ton/ha,” kata Koordinator Wilayah Timur PPI Hemly Jambo dalam siaran pers tertulis.

Ia juga mengatakan program ini merupakan bisnis model pertanian sebagai solusi pertanian berkelanjutan yang terintegrasi multipihak, mulai dari pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian mengunakan pupuk nonsubsidi dengan berimbang. Dengan meningkatnya produktivitas, otomatis juga meningkatkan pendapatan petani.

Baca Juga :   Kinerja Keuangan BTN Kuartal I Melambung

Program ini merupakan solusi jangka panjang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil petani melalui pendampingan dan edukasi kepada petani baik secara on farm maupun off farm untuk memberikan jaminan input, kawalan budidaya, teknologi pertanian, jaminan pembelian hasil panen (offtaker), dan jaminan asuransi gagal panen.

Kelompok tani dan koperasi yang tergabung dalam binaan PPI, dibantu permodalan usaha dari Bank Himbara, seperti Bank BRI dan Bank Mandiri, melalui permodalan KUR pertanian sebagai dasar penyaluran kredit melalui berita kesepakatan bersama Rencana Anggran Biaya (RAB) minimal senilai Rp10–25 juta/ha, dengan bunga KUR Pertanian  6% per tahun.

PPI dalam menjalankan fungsi integrator dalam Program Makmur Agro-Solution ini merupakan kemitraan sinergi BUMN dengan PIHC dan anak perusahaan seperti Pupuk Kaltim yang ditunjuk sebagai project leader Indonesia bagian timur melibatkan Petrosida Gresik, BRI, Mandiri, Bulog, BPN, Dinas Pertanian, para petani, dan koperasi binaan.

Leave a reply

Iconomics