Ada Perbaikan Aktivitas Ekonomi, Bank Indonesia Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan 3,5% Hingga 4,3%
Gedung Bank Indonesia/Anadolu Agency
Bank Indonesia memperkirakan pemulihan ekonomi domestik akan terus berlangsung pada paruh kedua tahun 2021 ini, setelah pada triwulan kedua lalu tumbuh 7,07%.
Diakui bahwa akibat kenaikan kasus Covid-19, pertumbuhan pada triwulan ketiga 2021 sedikit tertekan. Namun, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan perkembangan hingga awal Agustus 2021 mengindikasikan aktivitas ekonomi itu mulai membaik.
“Hal ini tercermin pada beberapa indikator dini seperti mobilitas masyarakat, transaksi pembayaran melalui ritel (SKNBI) maupun RTGS, serta aktivitas sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum yang kembali meningkat,” ujar Perry saat konferensi pers mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Kamis (19/8).
Karena itu, Perry mengatakan, kedepan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus berlanjut didorong oleh perbaikan mobilitas masyarakat sejalan dengan relaksasi pembatasan aktivitas masyarakat dan akselerasi vaksinasi, berlanjutnya stimulus kebijakan, pembukaan sektor-sektor prioritas dan dukungan UMKM yang dilakukan, disamping kinerja ekspor yang tetap akan tinggi.
“Dengan perkembangan tersebut, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2021 tetap berada dalam kisaran 3,5% – 4,3%,” ujarnya.
Sebelum adanya lonjakan kasus Covid-19 akibat varan delta sejak Juni lalu, Bank Indonesia memperkirkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 berada pada rentang 4,1% hingga 5,1%.