Bank Naikkan Jumlah Uang Tunai untuk Hadapi Libur Lebaran

0
545

Kebutuhan uang tunai diperkirakan akan meningkat pada masa Ramadan dan Idul Fitri. Sejumlah bank mempersiapkan uang tunai untuk menghadapi kenaikan permintaan uang tunai tersebut.

Corporate Secretary BNI Mucharom mengatakan perseroan saat ini mempersiapkan lokasi-lokasi penarikan uang tunai bagi masyarakat, yaitu di BNI ATM, mesin ATM Setor Tarik Tunai (Cash Recycle Machine/CRM), dan cabang.

BNI melakukan penyiapan uang tunai pada periode Ramadan dan Libur Lebaran tahun ini adalah rata-rata Rp17,81 triliun per minggu. Dana tersebut naik 12,87% dari periode sama tahun lalu.

“Itu telah kami persiapkan termasuk jika terdapat penambahan cuti bersama, kebutuhan uang tunai tentunya akan lebih tinggi lagi. Kami juga akan mengantisipasi penarikan dari para penerima manfaat program – program bantuan tunai dari pemerintah yang tentunya akan meningkatkan kebutuhan uang tunai,” katanya dalam keterangan tertulis.

Adapun Bank Mandiri menyiapkan kebutuhan uang tunai sekitar Rp28,28 triliun untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai di masyarakat selama 33 hari ke depan, yaitu pada 7 April–9 Mei 2022 saat periode Ramadan dan jelang Idul Fitri 1443 H. Alokasi ini meningkat sekitar 25,6% dari periode yang sama pada tahun lalu.

Baca Juga :   Punya Target Rp62,9 Triliun Portofolio Hijau, BNI Siap Unjuk Gigi di AIPF

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan langkah ini merupakan antisipasi perseroan terhadap keputusan pemerintah yang telah mengizinkan masyarakat untuk melakukan aktivitas rutin pada bulan Ramadan dan Idul Fitri, termasuk perjalanan mudik, dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan.

Sebagian besar dari alokasi kebutuhan uang tunai digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengisian ATM Bank Mandiri yang diprediksi mencapai sekitar Rp1,65 triliun per hari pada periode tersebut, naik 12,7% dari rerata kebutuhan harian pada tahun lalu.

“Kami memperkirakan puncak net kebutuhan uang tunai akan terjadi pada dua pekan menjelang Lebaran yang bertepatan dengan periode pembayaran gaji, THR dan penyediaan kas untuk pengisian ATM selama akhir pekan dan libur lebaran,” kata Rudi dalam keterangan tertulis.

BRI juga mempersiapkan uang tunai senilai Rp46,85 triliun menjelang libur hari raya 1443 H atau tahun 2022. Jumlah tersebut meningkat signifikan sebesar 73,5% jika dibandingkan momen periode Idul Fitri tahun lalu. Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penyediaan kas pada momen Lebaran kali ini disebabkan faktor kebijakan pemerintah yang meniadakan larangan mudik lebaran tahun ini. Selain itu, adanya penambahan cuti bersama juga diproyeksikan turut mendukung lonjakan angka penyiapan uang tunai pada momen Idul Fitri tahun ini.

Baca Juga :   Bank Mandiri Gelar Livin’ Fest 2025, Expo Sinergi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Di samping penyediaan uang tunai selama periode libur lebaran, BRI juga menyediakan layanan terbatas Idul Fitri oleh Unit Kerja Operasional BRI pada 30 April, 4 Mei, dan 7 Mei 2022. Catur mengatakan layanan terbatas BRI kali ini dihadirkan melalui 196 Unit Kerja Operasional (UKO), dimana masyarakat tetap dapat melakukan beragam transaksi perbankan, seperti penarikan dan penyetoran simpanan & pinjaman, registrasi e-banking BRI, dan complaint handling.

Adapun BNI tidak hanya menyiapkan layanan transaksi tunai. BNI juga mempersiapkan backend solusi layanan pada kanal-kanal digitalnya. BNI memprediksi transaksi digital akan menguat pada tahun ini.  Oleh karena itu, selain melalui kanal digital seperti ATM dan CRM, BNI juga mempersiapkan layanan pada BNI Mobile Banking.

 

Diperbarui 17-04-2022

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics