BCA Alokasikan 30% Belanja Modal IT untuk Lindungi Nasabah dari Kejahatan Siber

0
77
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengalokasikan 30% modal belanja (capex) teknologi informasi (IT) untuk keamanan sistem digital banking-nya. Maraknya kejahatan siber yang terjadi menimpa masyarakat, menjadi perhatian BCA untuk memperkuat seluruh keamanan digitalnya.

SVP IT Security BCA Ferdinan Marlim mengatakan, BCA memiliki keamanan siber yang berlapis untuk menutup celah, yang bisa dimanfaatkan para pelaku kejahatan siber. BCA pun telah menerapkan 99% sistem digital dalam operasional perbankan.

“Memang itu ada investasi yang harus dilakukan. Kita sediakan alokasi, porsi yang cukup signifikan dari capex. Totalnya mungkin triliunan (rupiah),” kata Ferdinan dalam sesi diskusi di BCA Expoversary 2026, Sabtu (7/2).

Untuk melindungi nasabah dari serangan siber yang merugikan, kata SVP Wholesale Transaction Banking Product Development BCA Martinus Robert Winata, pihaknya gencar mengedukasi nasabah terhindar dari serangan siber.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan nasabah untuk melindungi data pribadi, dan terhindar dari tindakan yang merugikan seperti, membuat kata sandi yang kuat, tidak membagikan hal pribadi di media sosial, dan berhati-hati ketika menggunakan jaringan wifi gratis.

Baca Juga :   3 Langkah Kemenpar Jaga dan Lindungi Kawasan Raja Ampat, Apa Saja?

Nasabah pun diminta untuk tidak sembarangan dalam membuka tautan dan attachment, memeriksa keamanan situs yang dikunjungi, tidak sembarangan mengunduh aplikasi, dan memperbarui perangkat lunak gadget secara berkala.

Robert pun menyarankan nasabah untuk berperan aktif dan melaporkan secara cepat apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait kejahatan siber. Nasabah dapat melaporkan persoalan tersebut ke kanal resmi BCA di haloBCA, Whatsapp Bank BCA 08111500998, dan media sosial resmi BCA di bca.id/socialmedia.

BCA, kata Robert, akan membantu nasabah secara maksimal ika ada nasabah yang mengalami kerugian akibat serangan siber.

“Ketika ada kasus kita harus melakukan investigasi dahulu. Kita juga melakukan pengecekan di sistem kita. Kita ada tim investigasi sendiri, ada haloBCA juga,” ujar Robert.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics