BI dan Kemenkeu Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2025 di Atas 5 Persen

0
80

Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kompak memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2025 berada di atas 5%, seiring stabilnya inflasi, menguatnya ekspor, serta dorongan kebijakan moneter dan fiskal yang longgar.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa BI masih melihat ruang untuk menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) di tengah inflasi yang terkendali dan kebutuhan memperkuat pertumbuhan ekonomi.

“Tentu saja masih ada ruang untuk penurunan BI Rate ke depan. Namun, waktu dan besarannya akan sangat bergantung pada berbagai pertimbangan, terutama seberapa terkendali inflasi ke depan serta ruang yang tersedia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Perry menjwab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/11).

Bank Indonesia, tambah Perry, juga akan terus mencermati efektivitas transmisi kebijakan moneter longgar yang telah ditempuh, sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperhatikan prospek pertumbuhan ekonomi ke depan.

Ia juga menekankan bahwa kebijakan pelonggaran likuiditas dan makroprudensial akan didukung oleh tambahan dana sebesar Rp200 triliun dari Kementerian Keuangan untuk mempercepat penyaluran kredit dan pembiayaan sektor riil.

Baca Juga :   Mengapa BI Kerek BI Rate hingga 50 bps dan Apakah BI Korbankan Pertumbuhan Ekonomi?

Perry memperkirakan ekonomi Indonesia pada triwulan III dan IV 2025 akan lebih tinggi dibanding triwulan II, terutama ditopang kinerja ekspor yang masih kuat, peningkatan penyaluran kredit, serta realisasi proyek prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan, energi, pertahanan, dan keamanan.

“Secara keseluruhan tahun 2025, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan sedikit di atas titik tengah kisaran 4,7%–5,5%,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pandangan senada. Menurutnya, kombinasi antara stimulus fiskal dan kebijakan moneter akan menjadi motor utama penguatan ekonomi di sisa tahun ini.

“Kalau proyeksi akhir tahun, saya sama dengan Pak Gubernur BI, nggak beda-beda amat. Tapi taruhan saya, triwulan keempat kita bisa tumbuh di atas 5,5%,” ujarnya.

Purbaya menjelaskan, keyakinan itu didukung oleh stimulus tambahan Rp200 triliun untuk mempercepat pembiayaan, ditambah bantuan sosial (Bansos) senilai lebih dari Rp30 triliun dan dukungan pembiayaan kepada Bulog. “Kalau semua stimulus berjalan lancar, pertumbuhan di atas 5,5% itu realistis,” tambahnya.

Leave a reply

Iconomics