Pendapatan dan Laba Bersih hingga Kuartal III-2025 ABM Investama Turun

0
55

PT ABM Investama Tbk mempercepat pelaksanaan inisiatif strategis dengan fokus pada optimalisasi pencapaian operasional dan pengelolaan keuangan yang prudent pada seluruh unit bisnis untuk menghadapi tantangan eksternal seperti fluktuasi harga batu bara dan cuaca ekstrem.

Perseroan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar US$781,6 juta per September 2025. Pendapatan tersebut turun sebesar 12,5% secara tahunan (YoY), mencerminkan dampak dari pelemahan harga batu bara dan tantangan operasional yang signifikan akibat cuaca ekstrem pada paruh pertama 2025 (1H25).

Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar US$42,4 juta, yang juga lebih rendah dibandingkan realisasi Sembilan bulan pertama tahun 2024 (9M24).

“Dalam menghadapi tantangan eksternal yang terjadi pada paruh pertama tahun 2025, Perseroan bergerak cepat dengan mengakselerasi dan mengeksekusi serangkaian inisiatif strategis yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas operasional, efisiensi biaya, pengelolaan modal yang disiplin, serta penerapan manajemen keuangan yang lebih prudent. Upaya ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam capaian operasional dan kinerja keuangan selama kuartal ketiga. Kedepannya, Perseroan tetap berkomitmen untuk memaksimalkan produktivitas operasional guna memberikan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” kata Direktur PT ABM Investama Tbk, Hans Manoe dalam keterangannya.

Baca Juga :   Simak Harga Batubara Acuan Bulan April 2023

Perseroan menyampaikan volume pengupasan lapisan tanah mengalami penurunan sebesar 12,0% YoY menjadi 178,6 juta bank cubic meter (Mbcm) pada Sembilan bulan pertama tahun 2025 (9M25) dari 202,9 Mbcm pada 9M24 oleh entitas kontraktor tambang milik Perseroan. Volume pengambilan batu bara juga menurun sebesar 14,2% YoY menjadi 24,8 juta ton (Mt) pada 9M25.

Pada bisnis perdagangan bahan bakar mengalami penurunan volume penjualan sebesar 14,4% menjadi 282 juta liter pada 9M25. Beda halnya dengan bisnis logistik yang berhasil mempertahankan kinerja dengan tingkat pengiriman tepat waktu (ontime delivery) sebesar 94,0% pada 9M25. Pada bisnis jasa dan fabrikasi terus menunjukkan peningkatan dengan tingkat pengiriman tepat waktu dan lengkap (on-time-in-full) mencapai 83,7% pada 9M25, naik dari 77,0% pada 9M24.

Leave a reply

Iconomics