CPOPC Tunjuk Sekjen dan Wasekjen yang Baru, Ini Sosoknya

0
72
Reporter: Rommy Yudhistira

Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (The Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) menunjuk Izzana Salleh sebagai Sekretaris Jenderal, dan Musdhalifah Machmud sebagai Wakil Sekretaris Jenderal untuk masa jabatan Juni 2025-Mei 2028.

Sekretaris Jenderal periode 2022-2025 Rizal Affandi Lukman mengatakan, transisi yang dilakukan CPOPC menandai fase baru dari komitmen strategis organisasi untuk memperkuat keberlanjutan, keadilan, dan kerja sama global di sektor minyak kelapa sawit.

“Selama 3 terakhir, kami bekerja tanpa lelah untuk mengubah persepsi global tentang minyak sawit dengan menempatkan fakta, keadilan, dan kesejahteraan petani kecil di pusat diskusi,” kata Rizal dalam keterangan resminya pada Rabu (28/5).

Pergantian kepemimpinan, kata Rizal, akan memperkuat fondasi kelembagaan, memperluas jaringan global, dan menghubungkan dengan para pembuat kebijakan, produsen, serta masyarakat.

“Ini bukan akhir, melainkan awal dari kelanjutan. Saya yakin di bawah kepemimpinan Mdm. Izzana Salleh dan Dr. Musdhalifah Machmud, CPOPC akan melangkah maju dengan energi baru untuk menjawab tantangan dan peluang di masa depan,” ujar Rizal.

Baca Juga :   Soal EUDR, Apa Saja Pesan Menko Airlangga kepada Apkasindo

Sementara itu, Sekretaris Jenderal periode 2025-2028 Izzana Salleh mengatakan, CPOPC berupaya meningkatkan posisinya melalui 5 pilar utama yang terdiri dari, komunikasi dan promosi (termasuk advokasi), keberlanjutan, dukungan bagi petani kecil, riset dan pengembangan, serta konsultasi.

Dalam masa kepemimpinan yang baru, Izzana mengatakan, CPOPC akan menjembatani kepentingan produsen dan konsumen, membela hak petani kecil, dan mendorong keberlanjutan dengan pragmatisme, serta tujuan yang jelas.

Kami akan bekerja untuk memastikan bahwa minyak sawit, yang diproduksi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan oleh negara-negara anggota kami, diakui secara global sebagai kekuatan positif, mendukung mata pencarian, berkontribusi pada ketahanan pangan dan energi, serta mendorong aksi nyata iklim,” kata Izzana.

Sebagai informasi, Izzana merupakan anggota Dewan Pengawas Malaysian Palm Oil Council (MPOC), pendiri RISE Human Capital, dan Girls for Girls International (G4G). Perempuan lulusan Harvard Kennedy School itu pun pernah memimpin berbagai lembaga, dan perusahaan utama di Malaysia.

Leave a reply

Iconomics